Upaya Turunkan Angka Anak Putus Sekolah, Sekda Sanggau Launching Aplikasi SiAP Sekolah

Sekda menambahkan, Pemerintah Daerah memiliki kewajiban untuk memberikan akses yang berkualitas kepada setiap anak untuk terus melanjutkan pendidikann

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HENDRI CHORNELIUS
Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau Kukuh Triyatmaka saat foto bersama usai melaunching aplikasi Sistem Informasi Angka Putus Sekolah (SiAP Sekolah) di Aula Hotel Harvey Sanggau, Kalimantan Barat, Senin 23 Oktober 2023. Aplikasi digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sanggau. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau Kukuh Triyatmaka melaunching aplikasi Sistem Informasi Angka Putus Sekolah (SiAP Sekolah) di Aula Hotel Harvey Sanggau, Kalimantan Barat, Senin 23 Oktober 2023. Aplikasi digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sanggau.

Sekda Sanggau, Kukuh Triyatmaka menyampaikan bahwa aplikasi SiAP Sekolah merupakan inovasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau yang akan membantu Pemerintah Daerah untuk mengatasi salah satu tantangan terbesar di bidang pendidikan terutama bagi anak-anak putus sekolah.

"Anak anak adalah aset berharga dan masa depan negara kita, dan kewajiban kita adalah bagaimana memastikan bahwa setiap anak mendapatkan akses terbaik ke pendidikan yang layak," katanya, Senin 23 Oktober 2023.

Kendati begitu, Sekda menegaskan bahwa kenyataan masih ada anak-anak yang terpaksa putus sekolah karena berbagai alasan.

"Hal ini merupakan tanggungjawab kita semua yang harus kita selesaikan bersama-sama," katanya.

Sekda menambahkan, Pemerintah Daerah memiliki kewajiban untuk memberikan akses yang berkualitas kepada setiap anak untuk terus melanjutkan pendidikannya.

Wabup Sanggau Tutup Kegiatan Weekend Orang Muda Katolik

"Dengan adanya aplikasi SiAP Sekolah diharapkan dapat membantu Pemerintah Daerah untuk memonitoring dan mengambil langkah tepat bagi anak-anak untuk bisa melanjutkan pendidikannya," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, Alipius mengatakan bahwa Aplikasi SiAP sekolah diluncurkan sesuai dengan visi Pemerintah Kabupaten Sanggau, yakni Sanggau maju dan terdepan, dimana salah satu misi yang tergambar dalam seven brand image Kabupaten Sanggau yakni Sanggau pintar.

"Secara umum putus sekolah dapat diartikan sebagai kondisi dimana peserta didik
keluar dari suatu sistem pendidikan formal sebelum mereka menamatkan pendidikan, sesuai dengan jenjang waktu sistem persekolahan yang diikuti," katanya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau saat ini masih menghadapi permasalahan terkait masih rendahnya tingkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sanggau, yakni masih pada angka 66,91 dan menduduki peringkat 10 dari 14 Kabupaten/Kota se-Kalimantan
Barat.

Salah satu penyebabnya adalah sektor pendidikan yang diukur melalui angka harapan lamanya anak sekolah di Sanggau tahun 2022 masih di angka 11,65 tahun atau masih di Kelas 2 SMA.

Untuk rata-rata lama sekolah di tahun 2022 masih pada angka 7,41 tahun atau masih di Kelas 2 SMP.

Oleh karena itu dalam penanganan anak putus sekolah tidak bisa hanya dilakukan sendiri oleh Dinas Dikbud Kabupaten Sanggau, namun harus melibatkan semua stakeholder terkait dalam membangun kolaborasi dan kerjasama lintas sektoral baik dengan Forkopimda, OPD, lembaga masyarakat dan insan pendidikan lainnya agar bisa lebih efektif dan optimal dalam mengatasi anak putus sekolah. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved