Profil Niyah Nurniyati yang Menjadi Ketua Pertama KPAD Kota Pontianak
"KPAD di Kota Pontianak ini kan baru pertama kali berdiri, artinya menjadi pemula sehingga KPAD di Kota Pontianak itu tidak punya contoh, mentor, coac
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Niyah Nurniyati resmi menakhodai Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Pontianak periode 2022 – 2026. Sebelum menjadi Ketua KPAD Pontianak ia pernah menjabat Kepala MTs Mathlaul Anwar Pontianak.
Saat ini ia aktif menjadi pegiat organisasi perempuan, pegiat organisasi profesi guru, pengelola dan pendiri PAUD, TK, Taman Bacaan hingga Posyandu. Ia juga menjadi
fasilitator provinsi program keprofesian berkelanjutan kementrian agama provinsi Kalbar.
Menjadi ketua pertama, diakuinya banyak tantangan yang ia hadapi. Sejalan dengan Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.
Maka sesuai tugas dan fungsinya KPAD bersama-sama pemerintah daerah dan stakeholder lainnya menginventarisasi data-data berkaitan dengan perlindungan anak dan pemenuhan hak anak.
"KPAD di Kota Pontianak ini kan baru pertama kali berdiri, artinya menjadi pemula sehingga KPAD di Kota Pontianak itu tidak punya contoh, mentor, coaching serta tempat diskusi yang berhubungan dengan bagaimana diatur dalam undang-undang nomor 35 Tahun 2014 tentang komisi Perlindungan Anak," ujar Niah, Sabtu Oktober 2023.
Kedua kata Niah, menjadi tantangan baginya adalah ekspektasi masyarakat Kota Pontianak yang tinggi terhadap keberadaan KPAD Pontianak.
• Windy Perkuat Tugas dan Fungsi Kader PKK Melawi dalam Tim Pendamping Keluarga
"Mengingat memang perlu kita pahami bersama bahwa Kota Pontianak ini kan sudah kota metropolitan artinya persoalan anak ini banyak. Nah kemudian masyarakat sangat berharap kepada kita," paparnya
Tantangan selanjutnya kata dia, bahwa dalam penyelenggaraan perlindungan dan pemenuhan hak anak ini kita tidak bisa bekerja sendiri dan harus bisa bekerja sama.
"Kita harus bisa bersinergi dengan lembaga-lembaga lain. Nah dalam hal ini, tentu kita juga harus bisa berkomunikasi dalam rangka edukasi sosialisasi dan lain sebagainya. Sementara masih banyaknya masyarakat kota Pontianak yang belum mengenal KPAD Kota Pontianak selama ini kan adanya provinsi," ujarnya .
Hal tersebut membuat Niah dan rekan-rekannya berlari mengenalkan KPAD Pontianak ke seluruh lapisan masyarakat.
"Kita pengenalan ke seluruh kalangan ke seluruh entitas sehingga KPAD ini benar-benar dikenal oleh semua kalangan dan yang lain-lainnya adalah bahwa KPAD Kota Pontianak ini kan unsur komisionernya ini kan terdiri dari berbagai macam latar belakang dan profesi sehingga kami juga harus saling beradaptasi dengan cepat untuk tujuan yang sama," ungkapnya.
Tantangan yang lainnya adalah masih ada beberapa kelompok masyarakat yang belum atau menganggap KPAD itu adalah lembaga independen yang mengawasi pemenuhan dan perlindungan anak. Padahal kata Niah, KPAD merupakan lembaga yang jelas diatur oleh undang-undang. Pada beberapa momen dan beberapa tempat Niah mengaku mendapatkan penolakan.
"Nah, ini wajar. Makanya kemudian kami gencar melakukan sosialisasi. Selanjutnya tantangan kita masih banyak orang tua yang belum bisa memahami apa tujuan dari tindak lanjut yang dilakukan oleh KPAD. Sebagai contoh begini rekomendasi KPAD atau berbagai pihak berwenang seperti psikolog untuk kasus-kasus tertentu anak-anaknya harus dimasukkan ke pondok pesantren. Banyak orang tua yang tidak mengerti, bahkan ada beberapa juga menolak. Padahal kita berharap anak-anak yang seperti ini kan harus mendapatkan treatment dasarnya sebagai anak itu harus terpenuhi," ujarnya.
Biodata
Nama lengkap: Niyah Nurniyati
Tempat lahir: Pontianak
Tanggal lahir: 5 Agustus 1978
Alamat: jl. A. Yani GG. Sepakat 2 blok O no. 152
Riwayat pendidikan:
SD : 31 Pontianak
SMP : 8 Pontianak
SMA: SMTI Pontianak
Perguruan Tinggi: Untan fakultas pertanian
Hobi: travelling
Nama orangtua :
Ayah : Alm Tobidin
Ibu : Siti Fatmawati
Akun media sosial
Instagram: belong nea
Jabatan yang pernah diduduki?
. Kepala MTs Mathlaul Anwar Pontianak. (*)
Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini
Apakah Aplikasi Tunaiku Aman? Begini Cara Daftar dan Gunakan Kode Referral SYAH2599 Cepat di ACC |
![]() |
---|
Sempat Tejadi Kejar-kejaran, Tersangka Kasus Pencurian di Gereja Kubu Raya Akhirnya Tertangkap, |
![]() |
---|
Anggota BPD Pangkalan Kongsi Tebas Meninggal Saat Tanding Sepak Bola, Diduga Serangan Jantung |
![]() |
---|
Polsek Singkawang Barat dan Polsek Singkawang Tengah Gelar Jumat Berkah dengan Berbagi Sembako |
![]() |
---|
PLN UIP KLB Raih Penghargaan Tribun Awards 2025 Atas Dukungan Air Bersih dan Sanitasi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.