DPRD Kota Pontianak Harap Perumda Tirta Khatulistiwa Buat Terobosan Baru Atasi Air Ledeng Asin

Ardiansyah mengatakan jika di perhuluan terjadi hujan maka bisa mendorong kadar klorida sehingga kembali ke laut. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Maskartini
Anggota Komisi IV DPRD Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar saat ditemui TribunPontianak.co.id, Jumat 6 Oktober 2023. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Khatulistiwa, Ardiansyah mengatakan pada Kamis 5 Oktober 2023, kadar klorida atau garam di beberapa Instalasi Pengolahan Air (IPA) melebihi ambang batas. 

Ardiansyah mengatakan jika di perhuluan terjadi hujan maka bisa mendorong kadar klorida sehingga kembali ke laut. 

Anggota Komisi IV DPRD Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar mengatakan melihat kondisi tersebut air yang diproduksi Perumda Tirta Khatulistiwa harusnya hanya digunakan untuk kebutuhan mandi hingga cuci kecuali konsumsi.

"Jadi masyarakat jangan menggunakan untuk minum, masyarakat juga harus berjaga untuk persediaan air minum dengan menadah air hujan atau membeli air galon," katanya.

Kemarau di Hulu Bikin Air PDAM Asin, Dirut Perumda Tirta Khatulistiwa Ungkap Penyebab

Dirut Perumda Tirta Khatulistiwa Sebut Pemerintah Pusat Akan Maksimalkan Waduk di Penepat Kubu Raya

Bicara masalah sosial dan kesehatan, ia berharapkan Perumda Tirta Khatulistiwa meningkatkan kualitas.

"Meningkatkan kinerja, dari dulu sampai sekarang masalahnya sama. Harusnya ada ide,l dna terobosan baru yang mengatasi masalah ini. Dulu, saat saya di komisi III bicara penambahan waduk, sampai sekarang belum terealisasi. Apa kah kerjasama dengan komisi yang berhubungan dengan pembangunan di DPR RI atau DPRD Provinsi tidak sinergi atau belum menemukan kata sepakat atau proposal yang disampaikan tidak maksimal," ujarnya.

Seharusnya, kata Zulfydar pada periode ini ada sejarah yang ditinggalkan oleh pemerintah daerah dengan menciptakan suatu terobosan baru yang membuat Kota Pontianak tidak mengkhawatirkan persediaan air. 

"Kita tidak berbicara alam, tapi upaya dan inovasi. Harus ada inovasi baru misal sterilisasi. Kalau di Batam mereka menggunakan waduk, air hujan ditampung dan airnya tidak pernah habis. Pontianak ini kita ketahui sistem boster," ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat berhati-hati menggunakan air hujan.

"Kita tidak mengetahui, masyarakat yang keterbatasan uang bisa saja menggunakan air ledeng untuk konsumsi. Perumda harus memikirkan kemungkinan itu. Dulu selalu kita ingat, siapkan tembayan yang banyak. Tetapi jika tidak ditutup dengan rapi bisa jadi nyamuk, semua punya resiko, kita minta PDAM memaksimalkan upaya dan ada sejarah baru yang diciptakan," ujarnya. 

(*)

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kota Pontianak Hari Ini Di sini 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved