Berita Viral
Apa Itu VOMO? Virus Baru yang Ancam Aktivitas Belanja Online
Asal-usul hingga dampak yang diakibatkan dari infeksi virus tersebut masih belum diketahui hingga kini.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Viral media sosial virus baru mengancam aktivitas belanja online dikenal dengan istilah VOMO.
Virus baru bernama VOMO dikabarkan menyebar di jagat internet.
Asal-usul hingga dampak yang diakibatkan dari infeksi virus tersebut masih belum diketahui hingga kini.
Namun, sejumlah pihak menduga, virus VOMO berkaitan dengan aktivitas belanja online.
Seperti diketahui, penipuan belanja online tengah merebak dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Pasalnya, kejahatan siber ini merugikan secara materiel dan nonmateriel.
• Apa Itu Mbak Taylor Tren Terbaru TikTok Viral Media Sosial? Begini Cerita Sebenarnya
Padahal, metode belanja ini disukai lantaran menawarkan keuntungan yang belum tentu didapat ketika berbelanja secara langsung di gerai.
Selama periode 2017-2022, layanan CekRekening.id dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah menerima sekitar 486.000 laporan dari masyarakat terkait tindak pidana informasi dan transaksi elektronik (ITE).
Dari jumlah tersebut, 83 persen di antaranya merupakan penipuan transaksi online, yakni sekitar 405.000 laporan.
Kemudian, tindak pidana penipuan investasi daring fiktif mencapai sekitar 19.000 laporan dan penipuan jual beli daring tercatat sebanyak 12.000 laporan.
Penipuan online yang kian marak juga terekam dalam hasil studi yang dilakukan Center for Digital Society Universitas Gadjah Mada (CfDS UGM) pada Agustus 2022. Riset ini menemukan bahwa 66,6 persen dari 1.700 responden di 34 provinsi pernah menjadi korban kejahatan tersebut.
Studi itu pun mengungkap lima jenis penipuan yang paling umum dialami oleh responden. Tiga di antaranya menggunakan modus pengiriman tautan (33,8 persen), terkait penipuan dalam jual beli, seperti di Instagram dan platform lain (29,4 persen), serta melibatkan situs web atau aplikasi palsu (27,4 persen).
Adapun aksi penipuan online dilakukan lewat berbagai media atau platform, seperti SMS atau telepon, media sosial, aplikasi percakapan, situs web, dan e-mail.
Tingkatkan kewaspadaan
Melihat fakta seperti itu, setiap orang sudah seharusnya menanamkan kewaspadaan tinggi saat berbelanja online. Jangan asal mengeklik tautan mencurigakan, apalagi jika diarahkan bertransaksi di luar situs belanja resmi. Usahakan pula untuk tidak mudah tergiur pada iming-iming harga supermiring.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Apa-Itu-Virus-VOMO-yang-Ancam-Aktivitas-Belanja-Online.jpg)