Ragam Contoh

7 Contoh Pidato Singkat Tentang Maulid Nabi Untuk Lomba dan Berbagai Acara

Berikut ini kumpulan contoh pidato singkat, pendek tentang Maulid Nabi yang dapat kamu jadikan sebagai bahan referensi, dikutip dari

Instagram
Kata sambutan digunakan sebagai pembuka atau untuk mengawali suatu acara. Bisa dibilang, kata sambutan sama dengan pidato. 

Assalamualaikum Wr. Wb.

اَلْحَمْدُ لِلّ ه، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillah, puji syukut kepada Allah SWT karena masih diberikan kesehatan sehingga dapat berkumpul di sini untuk memperingati hari kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 12 Rabiul Awal.

Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW yang telah membawa dari zaman kegelapan ke zaman yang terang benderang dengan cahaya iman dan Islam.

Memperingati Maulid Nabi SAW sejatinya merupakan bentuk ekspresi cinta kepada Rasulullah SAW. Cinta kepada Nabi SAW merupakan bagian integral dari iman. Urutannya, beriman kepada Rasulullah dan semua para nabi dan rasul membawa kepada usaha mengenal sejarah atau sirah mereka.

Dari mengenal ini kemudian timbul rasa takzim dan kagum serta cinta kepada mereka, yang berikutnya lalu berusaha mengikuti jalan sunnahnya dan meneladaninya dalam semua aspek kehidupan yang diperkenalkan kepada sejarah para nabi dan rasul pertama-tama adalah Rasulullah dulu melalui wahyu Al-Qur'an, yang salah satu tujuannya adalah peneguhan hati dalam perjuangan (تثبيت الفؤاد) sebagaimana termuat dalam Al-Qur'an,

(وَكُلّ ا نَّقُصُّ عَلَ كَ مِن أَن بَاۤءِ ٱلرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاۤءَكَ فِ هَـ ذِهِ ٱل حَقُّ وَمَو عِظَة وَذِك رَى لِل مُؤ مِنِ نَ)

"Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasihat dan peringatan bagi orang yang beriman". [QS Hud 11:120].

Jika Rasulullah saja diberikan kisah perjuangan pendahulunya untuk memantapkan hati beliau, maka kita umatnya lebih memerlukan lagi hal-hal yang meneguhkan hati kita dalam beriman, yang salah satunya adalah dengan mendengarkan kisah yang menambah cinta kita kepadanya dan menghidupkan sirahnya dalam jiwa kita. Cinta adalah kekuatan dahsyat yang mengantarkan pecinta pada perilaku mementingkan yang dicinta melebihi lainnya. Cinta jadikan seseorang rela berkorban apapun bahkan nyawa demi yang dicintainya.

Peringatan maulid juga merupakan ekspresi gembira dan syukur atas kelahiran Sang Rasul. Syukur karena kelahiran manusia teragung itu adalah karunia Allah Ta'ala kepada hamba-hamba-Nya.

(لَقَد مَنَّ ٱللَّهُ عَلَى ٱل مُؤ مِنِ نَ إِذ بَعَثَ فِ هِم رَسُول ا مِّن أَنفُسِهِم َت لُوا عَلَ هِم ءَا َـ تِهِ وَ ُزَكِّ هِم وَ ُعَلِّمُهُمُ ٱل كِتَـ بَ وَٱل حِك مَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَب لُ لَفِ ضَلَـ ل مُّبِ نٍ)

"Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata." [QS Ali 'Imran 3:164]

Jelas disebut disana bahwa diutusnya Rasulullah Muhammad SAW adalah karunia yang harus disyukuri.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf jika ada kesalahan.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved