Imbas Sepi, Pedagang Pasar Sudirman Pontianak Terpaksa Tak Lagi Pakai Karyawan

Namun demikian, diakuinya ketika Covid-19 masih jauh lebih baik dari kondisi saat ini.

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Muhammad Firdaus
Owner salah satu lapak di Pasar Sudirman Toko Pakaian Muslim Al-Khair, Ali saat diwawancarai, Senin 7 Agustus 2023. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kondisi Pasar Sudirman Pontianak yang kian hari semakin sepi terus dikeluhkan oleh para pedagang.

Owner salah satu lapak di Pasar Sudirman, Toko Pakaian Muslim Al-Khair, Ali mengatakan Pasar Sudirman sudah mulai sepi sejak Covid-19 melanda.

Namun demikian, diakuinya ketika Covid-19 masih jauh lebih baik dari kondisi saat ini.

Belakangan, memasuki tahun 2023 kondisi semakin parah, tak sedikit pedagang yang gulung tikar dan terpaksa menutup lapaknya.

"Iya, semakin hari emang semakin sepi," ujar Ali kepada TribunPontianak.co.id, Senin 7 Agustus 2023.

"Dari tahun kemarin sih sepinya, kalau Covid-19 kemarin masih agak ramai, pas sesudah Covid-19 agak sepi, 2022 sepi, 2023 ini makin parah sepinya," jelasnya.

"Kalau lapak untuk belakang ini udah banyak yang kosong," sambungnya.

Top 3 Pontianak Hari Ini: Nama-nama Pj Gubernur Kalbar Diajukan Rabu, Pasar Sudirman Makin Sepi

Kata Ali, dirinya bahkan pernah mengalami selama seminggu tidak dikunjungi penglaris.

Omset pun sangat jauh menurun jika dibandingkan sebelum Covid-19.

"Kadang saya ada 4 hari ndak dapat, seminggu biasa, hari Minggu jak sepi, kalau dulu parkiran penuh, asal buka jak pintu," ungkapnya.

"Omset menurun sekitar ada 50 persen dari sesudah Covid-19, Covid-19 kemarin masih ramai, parkiran penuh terus, pas setelah Covid-19 ini ilang semua orang," lanjutnya.

Selain itu, ia juga terpaksa tidak lagi menggunakan jasa karyawan, dikarenakan pendapatan yang tidak lagi memungkinkan untuk gaji karyawan.

"Ndak ada, saya ambil anak buah tiap bulan puasa jak," ucapnya.

"Sekarang hari biasa ini ndak memungkinkan pakai anak buah, untuk diri sendiri jak susah, sehari kadang dapat kadang ndak," tuturnya.

Agar usahanya bisa terus bertahan, Ali terpaksa harus memutar otak, berbagai strategi pun ia lakukan.

"Saya strateginya over ke pondok, kebetulan saya muslim kan, jadi saya masukkan ke pondok-pondok," katanya.

"Kalau online saya ndak main, terlalu ribet," lanjutnya.

Pasar Sudirman Sepi, Ini Kata Kadiskumdag Kota Pontianak

Lebih lanjut, Ali mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab sepinya Pasar Sudirman.

Kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini tengah sulit dan maraknya jual beli online disinyalir menjadi faktor kuat sepinya Pasar Sudirman.

"Kurang tahu juga, mungkin kondisi ekonomi, kalau ekonomi ndak ada gimana mau belanja kan," katanya.

"Pengaruh sih, jual beli online pengaruh, soalnya orang sekarang ini kan malas berjalan, mau tak mau buka online lah, tengok HP, pesan, diantar ke rumah lagi kan," tuturnya.

Meski banyak masyarakat yang beralih ke belanja online, menurutnya, dengan datang langsung ke lapak-lapak atau toko lebih menjamin kualitas produk yang kita beli.

Dengan datang langsung ke lapak atau toko, kita dapat terlebih dahulu melihat kondisi produk yang akan kite beli sebelum melakukan transaksi.

"Perselisihan tergantung kalau untuk harga, kalau online itu lebih murah, cuman kita ndak tahu kualitasnya, kalau ini kita bisa lihat langsung," ucapnya.

"Karena pas saya beli online harga murah nih, pas datang kualitasnya beda, lebih bagus kita mandang langsung, biar pun beda selisih Rp 10 k tapi kualitasnya bagus," paparnya.

Dirinya berharap, kondisi ini segera pulih dan Pasar Sudirman kembali ramai.

"Semoga lah untuk tahun ke depannya nih sikit-sikit naiklah, ada harapan naik, ramai lagi orangnya," tandasnya.

(*)

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kota Pontianak Hari Ini Di sini 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved