Komunitas Republik Warkop Parindu, Komunitas Penikmat Kopi yang Hobi Beramal
Nama Republik Warkop Parindu dijelaskannya bukan tanpa alasan, karena Anggota komunitas berasal dari berbagai wilayah Kalbar serta berbagai profesi.
Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bermula dari kesamaan hobi menikmati kopi di Warung Kopi pada pagi hari, sejak tahun 2018 lalu terbentuklah Komunitas Republik Warkop Parindu di Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat.
Komunitas Republik Warkop Parindu semula terbentuk dari warung kopi Pasar Bodok di Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau.
Koordinator Komunitas Republik Warkop Parindu, Hubertus V Wake menjelaskan komunitas ini terbentuk saat di daerah tersebut ada kegiatan 17 Agustus, sejumlah orang yang berada di warung kopi pasar tersebut yang saling kenal lalu patungan memberikan bantuan untuk pelaksanaan kegiatan 17an sekaligus ikut memeriahkan kegiatan tersebut.
Setelah itu, sejumlah orang yang ikut dalam kegiatan itupun sepakat untuk membentuk Komunitas Republik Warkop Parindu.
Nama Republik Warkop Parindu dijelaskannya bukan tanpa alasan, karena Anggota komunitas berasal dari berbagai wilayah Kalbar serta berbagai profesi.
"Tujuan kita membentuk komunitas ini agar obrolan kita di warung kopi ini tidak hanya sekedar menjadi obrolan semata, namun bisa diwujudkan dalam kegiatan nyata untuk membantu warga yang membutuhkan," Tuturnya.
Baca juga: GOR Terpadu Kalbar Mulai Dibangun, Wako Edi : Pemkot akan Bangun Trotoar Penunjang
Sejak terbentuk, Komunitas Republik Warkop Parindu memiliki kebiasaan, dimana di warkop yang menjadi basecamp komunitas disiapkan sebuah kotak amal, sehingga bila ada kelebihan atau kembalian dari pembayaran kopi, anggota yang ingin beramal dapat memasukkan uang ke kotak itu.
"Suatu saat jika ada warga yang butuh bantuan kita akan buka itu untuk membantu masyarakat," terangnya.
Saat ini anggota Komunitas Republik Warkop Parindu sudah mencapai puluhan orang, dari semula hanya beberapa orang saja.
Tidak ada program rutin dari Komunitas ini, namun kegiatan yang dilakukan pihaknya lebih bersifat spontanitas melihat dinamika permasalahan yang ada.
"Pada saat Pandemi Covid 19 lalu, kita kumpul dan spontan memberikan alat pelindung diri dan vitakin untuk petugas medis, lalu kita juga memberikan bantuan bahan pokok kepada lansia di wilayah Bodok. Kita berharap bahwa komunikasi kita bisa berjalan terus, kita memang tidak memiliki program pasti tetapi intinya kita ingin saling membantu, kita ingin mengembangkan solidaritas agar, karena dalam prinsip kita di Komunitas kita semua bersaudara," tutupnya. (*)
• Gubernur Sutarmidji Minta Daya Tampung GOR Terpadu Kalbar Diperbanyak
Kejaksaan Negeri Sambas Musnahkan Barang Bukti 39 Perkara Inkrah |
![]() |
---|
Penutupan Hotel Dangau Singkawang Bukan Karena Masalah, Tapi Sudah Dijual |
![]() |
---|
SMAN di Kapuas Hulu Tunggu Petunjuk Terkait Pendaftaran Tes Kompetensi Akademik |
![]() |
---|
BPJS Ketenagakerjaan Singkawang Tindak Lanjuti Usulan OPD, Dorong Regulasi Perlindungan Pekerja |
![]() |
---|
Pendaftaranl TKA 2025 Dibuka, SMA Negeri 3 Pontianak Minta Sosialisasi Diperjelas |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.