IKIP PGRI Gelar Diseminasi Inventarisasi Budaya dan Pendidikan Multikultur Berbasis IT
“Kita harus terus mendorong semangat gotong royong, toleransi dan kerukunan terus ditanamkan,” katanya.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sejumlah program studi (prodi) dilingkungan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia ( IKIP PGRI ) Pontianak menggelar diseminasi inventarisasi budaya dan pendidikan multikultur berbasis Ilmu Teknologi (IT).
Kegiatan diseminasi yang bertujuan memaparkan hasil penelitian bersama tersebut diantaranya melibatkan prodi pendidikan sejarah, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dan Pendidikan Teknologi Informasi (PTI).
Ketua Lembaga Pengembangan Profesi Guru (LPPG) IKIP PGRI Pontianak, Syarif Firmansyah mengungkapkan program tersebut merupakan bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mandiri.
Dalam kegiatannya mahasiswa melakukan penelitian di masyarakat Desa Punggur Kapuas yang multikultur.
“Pada kegiatan ini mahasiswa memaparkan bagaimana kehidupan multikultur di desa tersebut yang merupakan salah satu desa masyarakatnya berisi transmigran lokal, jawa dan bali,” ungkap Syarif Firmansyah kemarin.
Baca juga: Pesta Rakyat di Pendopo Gubernur Kalbar, Arus lalu Lintas di Jalan Ayani Pontianak Dialihkan
Dirinya melanjutkan selain meneliti di masyarakat mahasiswa juga dilibatkan untuk melakukan penelitian di sekolah-sekolah. Terlebih menurutnya pendidikan multikultur harus di ajarkan di sekolah guna menjaga kerukunan, toleransi dan selalu menjaga gotong royong.
“Kita harus terus mendorong semangat gotong royong, toleransi dan kerukunan terus ditanamkan,” katanya.
Sementara itu kordinator kegiatan Basuki Wibowo menyebut agenda tersebut merupakan bentuk pengamalan tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Lalu dikemas dalam kegiatan riset bersama empat program studi yang ada di IKIP PGRI Pontianak. Kegiatan MBKM Mandiri di Desa Punggur Kapuas tersebut dilakukan sejak Agustus 2022 lalu.
“Dalam diseminasi ini juga memberi rekomendasi agar Desa Punggur Kapuas sebagai desa multikultur bisa dikembangkan menjadi desa wisata Pancasila,” tutupnya. (*)
• PPDB Online di SMP, Kadisdikbud Kota Pontianak : Jika Error Berkepanjangan, Kita Siap Secara Offline
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ist-300623-IT.jpg)