Ketua BEM UI Ngaku Dapat Intimidasi hingga Ancaman Pembunuhan Usai Pertanyaannya ke Jokowi Viral
Melki Sedek Huang mengungkapkan bahwa pernyataan tersebut tidak bermaksud untuk mengancam Presiden Jokowi hanya sebagai bentuk peringatan.
Penulis: Ferlianus Tedi Yahya | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua BEM UI Melki Sedek Huang mengaku mendapat ancaman usai membuat pertanyaan ke Presiden Jokowi soal apakah Presiden Jokowi mau turun secara baik-baik atau berdarah-darah yang disebut mengancam beberapa waktu lalu.
Melki Sedek Huang mengungkapkan bahwa pernyataan tersebut tidak bermaksud untuk mengancam Presiden Jokowi hanya sebagai bentuk peringatan.
"Pada intinya itu sebenarnya bukan ancaman, justru itu adalah peringatan, jadi kemudian ada beberapa media "menggelintir" kata-kata tersebut," ungkapnya kepada TribunPontianak.co.id, Sabtu 24 Juni 2023 malam.
Namun demikian, ia mengakui setelah adanya pernyataan di dalam video tersebut, sejumlah ancaman kerapkali menghantuinya bahkan setelah adanya video tersebut tensinya menjadi lebih ekstrem.
"Sebenarnya kalau intimidasi dan sebagainya itu setiap hari kita rasakan cuma tensinya dengan adanya video tersebut jadi lebih parah," katanya.
• Dukung Melki Ketua BEM UI Berani Kritik, Herzaky: Harusnya Diapresiasi, Bukan Diintimidasi
• Ketua BEM UI Buka Suara soal Pertanyaannya yang Dianggap Mengancam Presiden Jokowi
Melki menuturkan sejak saat itu notifikasi pada HP miliknya menumpuk tak terbendung, bahkan dikatakannya sudah jebol.
"Beberapa hari terakhir notifikasi di HP ini sudah tak tertampung lagi, sudah jebol baik itu notifikasi Instagram, Twitter dan lain sebagainya," tuturnya.
Adapun sejumlah pesan yang masuk kerapkali didapati ajakan kepada dirinya untuk melakukan adu jotos bahkan tak sedikit pula yang mengancam dirinya akan dibunuh.
"Direct Message (DM) yang ngajakin berantem, mengancam pembunuhan dan lain sebagainya itu sudah banyak banget yang masuk ke saya," jelasnya.
Di sisi lain, ia juga tak begitu yakin orang-orang yang telah mengancam dirinya tersebut berasal dari golongan mana dan seperti apa klasifikasi kejelasannya.
"Yang jelas banyak sekali dari masyarakat dan buzzer-buzzer yang merespon, setengahnya merespon dengan hate speech (hasutan), setengahnya lagi merespon dengan ancaman-ancaman juga, baik itu ancaman pembunuhan kemudian saya mau disiksa dan sebagainya," jelasnya.
Namun demikian, adanya intimidasi yang ia rasakan tersebut tak membuat dirinya gentar untuk terus mengkritik lebih banyak lagi demi menjunjung tinggi hak-hak masyarakat.
"Saya anggap itu biasalah, kondisi saya saat ini masih aman dan masih bisa kritik lebih banyak lagi," pungkasnya.
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini
Sempat Dikira Penipuan, Polisi di Singkawang Ini Kaget Dapat Telepon Undangan ke Istana Negara |
![]() |
---|
Anggota Polres Singkawang AIPDA Irvan Raih Bintang Kemanusiaan dari Presiden Prabowo |
![]() |
---|
DAFTAR 141 Tokoh Penerima Penghargaan Presiden Prabowo dari Bahlil Lahadalia Hingga Benjamin Sueb |
![]() |
---|
Avatar The Way of Water 2, Sekuel Epik dengan Visual Memukau |
![]() |
---|
Wabup Sintang Minta Apdesi Dukung Asta Cita Presiden, Targetkan Swasembada Pangan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.