Pelanggan Perumdam Tirta Pancur Aji Sanggau Capai 17 Ribu Lebih

Tahun 2023 ini, pihaknya juga menargetkan kurang lebih 1000 sambungan baru pelanggan PDAM.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Perumdam Tirta Pancur Aji Sanggau
Direktur Perumdam Tirta Pancur Aji Sanggau, Yohanes Andriyus Wijaya. Ia mengatakan saat ini ada 17 ribu lebih pelanggan PDAM di Kabupaten Sanggau. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Direktur Perumdam Tirta Pancur Aji Sanggau, Yohanes Andriyus Wijaya mengatakan bahwa hingga saat ini pelanggan PDAM di Kabupaten Sanggau mencapai 17 ribu lebih dan tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Sanggau.

"17 ribu lebih pelanggan ini lebih dari lima golongan, mulai dari sosial sampai industri. Tapi didominasi yang golongan rumah tangga. Dan kecamatan yang belum ada PDAM nya yaitu Kecamatan Toba dan Kecamatan Noyan," kata Yohanes Andriyus Wijaya, Selasa 20 Juni 2023.

Untuk mencapai agar semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati PDAM, Yohanes mengatakan tentu harus memperluas jaringan, kemudian penguatan instalasi pengelolaan air (IPA).

"Jadi percuma kalau kita memperluas jaringan sementara kapasitas IPA kita terbatas. Jadi dua-duanya harus saling berbarengan. Nah tentu kendalanya dimana, yaitu di dana," jelasnya.

Ini Langkah Dari Kanim Sanggau Dalam Pencegahan TPPO Melalui Penerbitan Paspor

MTQ XXXI Tingkat Kota Pontianak Resmi Digelar, Wako Edi Targetkan Juara Umum MTQ Kalbar di Sanggau

Oleh karenanya, pihaknya mengambil langkah-langkah yaitu masing-masing instalasi dibuatkan detail engineering design (DED).

"Supaya nanti kita mempunyai bahan untuk dipresentasikan ke pemerintah pusat, bahwa kurangnya itu seperti ini misalnya, sehingga harapannya dengan adanya DED tersebut bisa mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat," tegasnya.

Tahun 2023 ini, pihaknya juga menargetkan kurang lebih 1000 sambungan baru pelanggan PDAM.

"Walaupun agak berat tapi kita asumsikan dalam penyusunan anggaran itu 1000," tuturnya.

Sementara tingkat kebocoran saat ini masih diangka 32 persen dan masih dibawah rata-rata nasional. Untuk mencegahnya, melakukan penelusuran terhadap pipa-pipa.

"Kita bisa melihat tingkat kebocoran nya itu misalnya ada di IPA atau didalam perjalanan air itu di pipa," jelasnya. 

Andre menambahkan saat ini juga di Kota Sanggau masih menerapkan sistem pergantian dalam menerima suplai air dari PDAM

"Itu yang masih menjadi PR kita, mudah-mudahan dalam waktu yang tak terlalu lama itu bisa kita selesaikan. Karena sekarang kita juga sedang menggandeng konsultan untuk membantu kita agar bagaimana air di Sanggau ini bisa 24 jam mengalir," pungkasnya.

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved