Tinju Dunia

Teofimo Lopez Putuskan Pensiun Dari Tinju Dunia, Alasannya Bikin Kaget

"Saya akan mengumumkan pengunduran diri saya ke olahraga tinju," kata Teofimo Lopez.

Kolase Tribun Pontianak
Kolase Teofimo Lopez. Teo mengabarkan dirinya pensiun usai mengalahkan Josh Taylor 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Teofimo Lopez memutuskan untuk pensiun dari Tinju Dunia.

Hal ini pertama kali diutarakannya saat momen wawancara dengan ESPN usai mengalahkan Josh Taylor di Madison Square Garden.

"Saya akan mengumumkan pengunduran diri saya ke olahraga tinju," kata Teofimo Lopez.

"Darah, keringat, dan air mata, saya telah melakukannya untuk olahraga ini. Di usia muda, 25 tahun, dan pria pertama yang benar-benar menjadi juara dunia tak terbantahkan dua kali dalam era empat sabuk," katanya pada ESPN.

Menurut Teofimo Lopez, masih ada beberapa hal yang ingin dilakukannya dan tak bisa terealisasi apabila masih berkutat pada Tinju Dunia.

"Saya punya banyak ide," katanya.

Baca juga: Kejutan Tinju Dunia Canelo Alvarez, Naik Langsung Dua Divisi Perebutkan Sabuk WBC

"Saya memiliki banyak hal dalam pikiran untuk olahraga tinju . Dan saya benar-benar tidak dapat melakukan itu jika saya selalu berlatih di gym dan mempersiapkan pertarungan atau pertarungan lain yang akan datang. Jadi saya benar-benar hanya fokus pada hal itu. tugas sekarang." tambah Teofimo Lopez.

Tak hanya melalui siaran ESPN, Teofimo Lopez juga memposting diakun media sosialnya jika akan pensiun.

"What a relief! Retired at the Top. Thank you Boxing for the amazing life you’ve provided for myself and my entire loved ones!," tulis akun Instagram @teofimolopez.

Teofimo Lopez diketahui memulai debutnya pada 5 November 2016 melawan Ihwar Siqueiros.

Petinju asal Amerika Serikat keturunan Honduras itu mengalahkan lawannya dalam dua ronde.

Sejak itu, kariernya melejit.

Dia memiliki rekor 20 pertarungan, 19 kemenangan, 13 KO dan satu kekalahan.

Baca juga: Tinju Dunia Zhilei Zhang vs Joe Joyce II Ditetapkan, Tak Hanya Sabuk WBO yang Dipertaruhkan

Satu diantara pencapaian terbaiknya adalah ketika Oktober 2020 dengan mengalahkan Vasiliy Lomachenko dengan keputusan bulat dan merebut kejuaraan dunia seberat 135 pon dari Federasi Tinju Internasional, Asosiasi Tinju Dunia, dan Organisasi Tinju Dunia.

Namun ia gagal mempertaruhkan semua gelar miliknya ketika menghadapi George Kambosos Jr.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved