Bunau, Budayawan Kalbar Pelestari Alat Musik Tradisional 'Kadedek'
Kadedek dimainkan untuk acara-acara pesta dan terutama untuk gawai , festival besar-besaran yang dipenuhi ritual yang dirayakan setiap tahun di Kalima
Penulis: Jovanka Mayank Candri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bunau, pria berusia 64 tahun adalah satu di antara ahli musik dan pembuat alat musik tradisional Kadedek terakhir dari Suku Kebahan yang menetap di Desa Engkurai, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.
Sejak muda, ia mengabdikan hidupnya untuk menyebarkan instrumen, sering melakukan perjalanan melalui provinsi dan ke Pontianak untuk menjual instrumen kepada siapa saja yang akan membelinya, dari sanggar tari hingga musisi yang penasaran.
Sejak berusia 15 tahun, dirinya mulai bisa memainkan, membuat, serta menciptakan musik sendiri dari alat musik Kadedek.
Alat musik Kadedek ini merupakan turun-temurun dari lima keturunan hingga saat ini.
Bunau memiliki beberapa saudara laki-laki yang juga bisa membuat dan memainkan alat musik.
Keluarga dan sebagian besar penduduk lokal lainnya di bagian Melawi ini adalah Kebahan, subkelompok etnis penduduk asli Kalimantan yang disebut Dayak.
Kadedek dimainkan untuk acara-acara pesta dan terutama untuk gawai , festival besar-besaran yang dipenuhi ritual yang dirayakan setiap tahun di Kalimantan Barat.
• Mobil dan Motor Milik Warga di Pontianak Ludes Terbakar, Uang 5 Juta Raib
"Menciptakan musik yang saya inginkan, yang bisa menyenangkan hati, dan membuat saya merasakan cinta dari Kadedek ini, hingga saat ini Kadedek menjadi kehidupan dan kebahagiaan bagi saya" ujarnya kepada Tribun Pontianak.
Membuat alat musik Kadedek ini merupakan pekerjaan utamanya sebagai sumber penghasilan.
Bunau menghabiskan waktunya merawat tanaman kecil singkong dan kacang hijau, pergi ke pedesaan bila perlu mengumpulkan bahan untuk alat musik tiupnya yakni Kadedek.
Kadedek terdiri dari enam pipa bambu yang diikat menjadi satu dan dihubungkan dengan kulit labu yang telah dikeringkan sebagai dasarnya.
Satu buah kulit labu yang dilubangi juga akan dimasukkan pada salah satu pipa dan digunakan sebagai penampung angin.
Panjang dari setiap pipa berbeda-beda, tetapi setiap pipa pasti memiliki satu lubang angin yang berfungsi menghasilkan suara saat alat musik ditiup.
Bahan yang digunakan untuk proses pembuatan alat musik Kadedek terdiri dari bambu kecil beruas panjang dengan ukuran panjang 50-120 meter sebanyak 6 batang, bambu labu yang dibentuk selama 6 bulan mulai sejak tumbuh buah muda hingga buah menjadi tua dan tangkai labu menjadi panjang kecil melengkung, dan perekat/lem getah dari kelulut.
Enam bilik atau pipa kadedek itu sendiri dibuat dari jenis bambu khusus, dikumpulkan dan dikeringkan di bawah sinar matahari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Potret-Bunau-saat-memainkan-alat-musik-tiup-khas-Dayak-Kadedek-23rew.jpg)