Masyarakat Jentawang Hilir Panen Raya Ikan di Danau Lindung

Lebih dari 150 kilo ekor ikan berbagai jenis yang hasil panen raya perdana semenjak danau Jentawang dilindungi masyarakat.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
Masyarakat Desa Jentawang Hilir, Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, melakukan panen raya ikan di Danau Lindung Jentawang, Selasa 6 Juni 2023 siang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Masyarakat Desa Jentawang Hilir, Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, melakukan panen raya ikan di Danau Lindung Jentawang, Selasa 6 Juni 2023 siang.

Panen raya ikan dihadiri langsung oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno, Ketua DPRD Sintang Florensius Ronny diikuti sejumlah OPD, dan WWF sebagai pendamping pengelolaan danau lindung Jentawang Hilir.

Lebih dari 150 kilo ekor ikan berbagai jenis yang hasil panen raya perdana semenjak danau Jentawang dilindungi masyarakat.

Selain untuk dikonsumsi bersama, ikan hasil tangkapan ada yang dilelang dengan harga Rp 50 ribu perkilogramnya.

Hasil penjualan ikan dimasukkan ke dalam kas lembaga.

Baca juga: Dapat Apresiasi dari DPRD Sintang, WWF Indonesia Siap Dampingi Masyarakat Kelola Danau Lindung

Ketua Lembaga Danau Batu Nyadi, Yoshua Arai mengatakan, danau lindung Jentawang dibagi menjadi tiga zonasi; zona lindung seluas 20,6 hektare, zona pemanfaatan 992, 7 hektare zona penyangga 598,3 hektare.

"Panen kita lakukan dua hari ini. Kalau digabung lebih dari 150 kilogram. Ikannya belum ada yang besar," kata Arai.

Masyarakat sepakat melindungi danau Jentawang untuk melestarikan ikan supaya dapat dikenal oleh anak cucu kedepannya.

Yosua khawatir, jika tidak dilindungi ekosistem ikan akan rusak oleh penangkapan ikan tak ramah lingkungan dan pencemaran air.

"Tujuan kami melindungi supaya anak cucu kami mengenal ikan. Sekarang karena ikan sudah langka anak kecil ndak tahu nama ikan lokal," katanya.

Meski belum mendapatkan manfaat lebih dari imbal jasa pengelolaan danau lindung, masyarakat berkomitmen untuk berusaha melindungi danau supaya berkelanjutan.

"Kita akan berupaya melindungi supaya lestari dan berkelanjutan. Semua masyarakat kita libatkan untuk menjaga danau. Kami mengucapkan terima kasih pada WWF yang telah mendampingi sampai titik ini. Kami juga mengucapkan pada pemerintah yang sudah meng-SK- kan danau kami. Kami terus minta dukungan supaya kami bisa menjaga agar ikan berkembang dengan baik dan menjadi peningkatan ekonomi," harap Arai.

Kepala Desa Jentawang Hilir, Agustinus menyampaikan Danau Lindung Jentawang baru berjalan dua tahun terakhir. Selama ini, pengelolaan dan peningkatan SDM didampingi oleh WWF.

"Kami ucapkan terima kasih pada WWF yang telah membimbing sehingga akan bisa panen raya," ujar Agus.

Agustinus berharap, selain pengelola, masyarakat ikut terlibat aktif dalam menjaga dan melindungi danau Jentawang supaya ekosistem ikan dapat terjaga dengan baik dan manfaatnya dapat dirasakan bersama-sama.

"Jangan menubak, menyetrum ikan. Pasang pukat yang baik, ikan kecil, bertelur dilepaskan. Minta tolong kita sama-sama menjaga. Kami ndak larang cari ikan. Cuma ada zonasi. Alat terbatas. Zona inti dilarang," pesan Agustinus. (*)

Cegah Rabies, 254 Ekor Anjing di Kelurahan Akcaya Sintang Divaksin

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved