Ragam Contoh

Contoh Pengaruh Stoikisme, Bahasa yang Viral di TikTok, Apa Itu Stoikisme dan Maknanya?

stoikisme adalah aliran filsafat yang memiliki pandangan hidup bahwa manusia harus mampu mengontrol emosi dirinya sendiri untuk mensyukuri apa pun yan

TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Filsuf stoik menekankan bahwa "Kehidupan yang baik adalah ketika kita tidak membiarkan hal buruk yang telah terjadi kepada kita untuk memengaruhi diri kita." 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Kali ini ada sebuah penjelasa tentang stoikisme jadi istilah yang viral di TikTok dan menarik untuk dipelajari.

Mulanya, istilah ini viral di TikTok dan menjadi luas diketahui banyak orang.

Namun, masih banyak yang belum mengetahui apa itu stoikisme.

Salah satu video viral di TikTok yang membahas mengenai stoikisme yakni akun @imamroymalik.

Menurut video viral di TikTok tersebut, @imamroymalik menyatakan bahwa stoikisme itu penting bagi kehidupan.

3 Prinsip Law of Attraction, Apa itu Law of Attraction? Istilah Viral dan Contohnya Menarik Rezeki

Akun tersebut menyatakan bahwa stoikisme adalah cara kita berperilaku atau memberikan tanggapan terhadap apapun yang ada di kehidupan.

Lantas apa itu stoikisme dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan?

Dilansir dari Kompas.com, stoikisme adalah aliran filsafat yang memiliki pandangan hidup bahwa manusia harus mampu mengontrol emosi dirinya sendiri untuk mensyukuri apa pun yang sudah terjadi.

Terkadang memang tak dapat dimungkiri bahwa manusia kehilangan kontrol atau kendali pada dirinya saat sesuatu hal terjadi.

Perlu diketahui bahwa stoikisme menekankan prinsip kalau manusia merupakan makhluk irrasional dan sangat mudah terpengaruh oleh emosi.

Bahkan menurut stoikisme manusia itu melupakan hal positif yang telah ia alami.

Filsuf stoik menekankan bahwa "Kehidupan yang baik adalah ketika kita tidak membiarkan hal buruk yang telah terjadi kepada kita untuk memengaruhi diri kita."

Arti Kata Gamon Lagi Tren di Medsos Yang Sebenarnya, Berikut Ini 2 Contohnya

Jadi dalam filosofi stoikisme, apapun yang terjadi pada manusia adalah bersifat netral, tak yang negatif atau positif.

Menurut stoikisme, sesuatu hal menjadi baik atau buruk tergantung dari interpretasi kita terhadap hal tersebut.

Bagi filsuf stoikisme, kebahagiaan bukan untuk dikejar, namun berfokus tentang bagaimana cara mengurangi emosi negatif.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved