Khazanah Islam

Arti dan Tingkatan Ikhlas dalam Pendekatan Agama Islam

Jika ditinjau dalam perspektif ibadah, Ikhlas Seseorang yang ikhlas melakukan ibadah tidak mencari pujian atau pengakuan dari manusia

Tayang:
Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Kolase/Dan
Simak Arti dan Tingkatan Ikhlas dalam Pendekatan Agama Islam. 

TRIBUPONTIANAK.CO.ID - Ikhlas merupakan keadaan di mana seseorang melakukan segala perbuatan hanya untuk mengharapkan keridhaan Allah SWT semata, tanpa motif atau tujuan lain seperti popularitas, pujian, atau keuntungan dunia.

Jika ditinjau dalam perspektif ibadah, Ikhlas Seseorang yang ikhlas melakukan ibadah tidak mencari pujian atau pengakuan dari manusia,

akan tetapi semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh keridhaan Allah SWT

Dalam Islam, ikhlas dianggap sebagai sifat yang sangat dihargai oleh Allah SWT.

Terdapat riwawat bahwa Rasulullah Muhammad SAW menerangkan bahwa sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niat, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan.

Doa Harian Anak yang Mudah Dihafal dan Diamalkan, Membiasakan Kebiasaan Islami ke Buah Hati

Oleh karena itu, mencapai ikhlas dalam niat dan amal perbuatan merupakan tujuan yang penting bagi setiap Muslim dalam menjalani kehidupan mereka.

Ali Abdul Halim dalam bukunya yang berjudul Rukun Ikhlas (2010) mengatakan bahwa ikhlas dapat dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu sebagai berikut:

1. Orang awam (umum)

Pada tingkatan ini, seseorang beribadah kepada Allah SWT dengan tujuan untuk mencari dan menghitung keuntungan dunia dan akhirat.

Contohnya tingkatan ikhlas orang awam yakni seseorang melakukan ibadah shalat atau memberi shadaqah kepada anak yatim dengan tujuan ingin agar badannya sehat, hartanya banyak, mendapat bidadari dan nanti di akhirat masuk surga.

2. Orang khawash (khusus)

Pada tingkatan ini, seseorang beribadah hanya untuk mencari keuntungan akhirat sehingga bukan lagi berorientasi pada keuntungan dunia.

Seseorang pada tingkatan ini beribadah sambil hatinya berharap untuk memperoleh pahala, surga, dan semua hal yang berorientasi pada akhirat.

Idul Adha 1444 Hijriah Sebentar Lagi, Simak 5 Amalan Jelang Shalat Sunnah Lebaran Haji Lengkap Dalil

3. Orang khawashul khawas (luar biasa)

Seseorang dikategorikan masuk dalam tingkatan ini apabila ia beribadah tidak ada motivasi apa pun, kecuali mengharap ridha dari Allah SWT.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved