Sekda Kubu Raya Ajak Kepung Bakul Melawan Narkoba

Sekda Yusran menyebut usia rata-rata terbanyak pemakai narkoba berkisar 19-20 tahun alias berada di usia produktif.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Prokopim Kubu Raya
Sekda Kubu Raya Yusran Anizam saat hadiri Rakor Pemetaan Program Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2023 yang digelar BNN Kabupaten Kubu Raya di Q Hall Qubu Resort Kubu Raya, pada Senin 29 Mei 2023. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Sekda Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam mengungkapkan satu di antara sasaran kejahatan narkoba adalah keluarga. 

Karena itu, Yusran Anizam mengingatkan seluruh perangkat daerah di Kubu Raya untuk terus fokus melaksanakan program dan kegiatan yang dapat memfasilitasi serta mendorong tumbuh kembangnya keluarga yang bebas narkoba

Hal itu sebagai bentuk implementasi dari Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. 

“Nah, ini (Perda) kita breakdown dengan berbagai macam program kegiatan yang menyentuh dan menyasar langsung seluruh keluarga. Pak Bupati selalu menekankan bahwa tujuan dan sasaran program dari semua perangkat daerah itu adalah seluruh rumah tangga atau keluarga. Berdasarkan data, memang keluarga ini menjadi salah satu sasaran dari penyalahgunaan narkoba,” tutur Yusran Anizam saat menjadi narasumber pada Rapat Koordinasi Pemetaan Program Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2023 yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kubu Raya di Q Hall Qubu Resort Kubu Raya, pada Senin 29 Mei 2023.

Sekda Yusran menyebut usia rata-rata terbanyak pemakai narkoba berkisar 19-20 tahun alias berada di usia produktif.

Hal itu, menurut dia, sangat memprihatinkan.

Profil Andry, Plt Ketua DPD Partai Golkar Kubu Raya Pengganti Almarhum M Iqbal Zafarullah

DPRD Kubu Raya Apresiasi Disdikbud Gelar Festival Budaya Kubu Raya 2023

Sebab saat ini Indonesia tengah bersiap menyambut tibanya era bonus demografi

Di mana penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan dengan usia tidak produktif yang jika tidak dikelola dengan baik, bonus demografi tersebut malah akan menjadi beban bagi negara. 

“Sekarang kita menghadapi era bonus demografi di mana usia produktif sangat tinggi dan di situ akan terjadi persaingan yang luar biasa. Nah, bagaimana anak-anak kita bisa bersaing di era itu jika pemakai narkoba yang terbanyak justru anak-anak usia produktif yang itu semua diawali dari pertemanan,” ujarnya. 

Demi mengoptimalkan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba, Yusran menyebut pentingnya sinergi perangkat daerah dengan berbagai organisasi dan lembaga kemasyarakatan.

Mulai dari lembaga perempuan, lembaga kepemudaan, lembaga adat, dan sebagainya. Sinergi itu, menurut dia, sangat penting untuk mengatasi berbagai keterbatasan yang ada khususnya di lembaga pemerintah. 

“Kita menyadari pemerintah kabupaten mempunyai keterbatasan sumber daya baik manusia, sarana, anggaran, dan sebagainya. Maka tentu ini membutuhkan kerja sama kepung bakul dari semua pihak terkait. Nah, diharapkan secara bersama-sama kita sinergikan dan efektifkan program-program yang ada dengan melibatkan masyarakat. Bagaimana menggerakkan kegiatan sosial di semua elemen masyarakat,” ucapnya. 

Yusran menegaskan tidak ada alasan untuk tidak segera bertindak memerangi narkoba.

Mengutip arahan Presiden Jokowi, ia menyebut bahaya narkoba kini telah mengancam mulai anak kecil hingga orang dewasa dan dari orang biasa hingga mereka yang punya jabatan. 

“Semua itu harus dihentikan, dilawan, dan tidak bisa dibiarkan. Tidak hanya orang biasa tapi juga ada aparat dan pejabat yang seharusnya menjadi panutan justru juga terkena narkoba. Kita tegaskan untuk berperang melawan narkoba di Indonesia,” pungkasnya.

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved