Kalender 2023

Kalender 2023 Libur Nasional Hari Lahir Pancasila, Waisak dan Idul Adha Masing-Masing Berapa Hari?

Tujuannya memberikan informasi kepada pembaca mengetahui berapa lama Libur Nasional untuk memperingati beberapa hari penting yang disebutkan tadi. 

Editor: Peggy Dania
Tribunpontianak.co.id/ka/net
Kalender 2023 versi excel-Pada bulan Juni Kalender 2023 ada 3 kali Libur Nasional satu diantaranya bertepatan dengan hari minggu yakni Hari Raya Waisak Minggu 4 Juni 2023, Selanjutnya tanggal merah hari lahir pancasila dan Idul Adha. 

Hari Raya Waisak 

Hari Raya Waisak adalah hari raya keagamaan bagi umat Buddha. Melansir situs Kementerian Agama (Kemenag), pedoman yang dipergunakan dalam penetapan Hari Raya Waisak dan Hari Buddhis lainnya di Indonesia adalah Purnama-Sidhi berdasarkan perhitungan Astronomi yang bersifat universal, ilmiah, dan modern.

Peringatan detik-detik Waisak hanya ada di Indonesia dengan menggunakan patokan astronomi universal. Warisan pendahulu umat Buddha ini menjadi sesuatu yang khas Indonesia, sekaligus melambangkan persatuan dan kesatuan umat Buddha Indonesia dari berbagai penggunaan kalender lunar (Tionghoa, Jawa, Bali) dan tradisi agama yang berbeda-beda.

Melansir situs Kemenag RI, tahun 2023 Masehi ini merupakan tahun kabisat lunar di mana terdapat bulan Waisak ganda. Maka yang diambil adalah Purnama-Sidhi Waisak kedua yang jatuh pada 4 Juni 2023 dengan detik Waisak pukul 10.41.19 WIB.

Kalender 2023 Lengkap Libur Nasional dan Cuti Bersama, Tanggal Merah Idul Adha Pada Bulan Juni 2023!

Sejarah Hari Raya Idul Adha 

Dikutip dari Kompas.com Sabtu 27 Mei 2023, Hari raya Idul Adha atau biasa disebut hari Kurban karena identik dengan penyembelihan hewan kurban dirayakan umat Islam setiap tanggal 10 bulan Dzulhijjah.

Dalam kalender masehi, perayaan Idul Adha tahun ini diperingati pada hari Kamis tanggal 29 Juni 2023.

Perayaan Idul Adha berawal dari cerita Nabi Ibrahim yang kala itu berkurban hewan hewan peliharaannya yaitu domba, sapi, dan unta dengan jumlah yang banyak.

Namum nabi Ibrahim merasa itu belum seberapa, bahkan beliau berjanji pada diri sendiri bahwa beliau akan rela menyembelih anaknya sendiri andai dikaruniai seorang anak.

Sumpah ini diucapkan karena istrinya saat itu, Sarah, belum juga memiliki anak meskipun sudah lama menikah dengan Ibrahim. Kemudian Ibrahim diperintah untuk menikahi Siti Hajar. Itulah awal mula sejarah Idul Adha.

Di Indonesia, Idul Adha biasanya diperingati dengan Sholat Id. Meskipun beberapa kelompok kadang memiliki perbedaan hari dalam menentukan tanggal hari raya, tetapi tidak ada perbedaan tata cara pelaksanaan Sholat Id. Biasanya, Sholat Id dilakukan di Masjid.

Tetapi, banyak juga yang melakukannya Mushola, lapangan, bahkan alun-alun. Jika jumlah jamaah banyak, biasanya Sholat Id dilakukan di lapangan atau alun-alun.

Ada beberapa tradisi unik di Indonesia dalam peringatan hari raya ini. Salah satunya adalah grebeg gunungan yang dilestarikan di kraton Yogyakarta.

Tradisi ini sudah dilakukan sejak lama dan turun temurun dengan acara mengarak 3 buah gunungan yang berisi bermacam-macam makanan. Tradisi ini dipercaya dapat melancarkan rezeki. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved