Breaking News

Sintang 5 Kali Raih Peringkat Pertama Penanganan Stunting se-Kalbar

Untuk kelima kalinya, upaya penurunan prevalensi stunting terintegrasi melalui 8 aksi konvergensi yang sudah dilakukan meraih peringkat pertama.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Diskominfo Sintang
Pemerintah Kabupaten Sintang kembali mendapatkan nilai terbaik Kabupaten kota se-Kalbar dalam penanganan stunting. Untuk kelima kalinya, upaya penurunan prevalensi stunting terintegrasi melalui 8 aksi konvergensi yang sudah dilakukan meraih peringkat pertama. Piagam penghargaan diserahkan oleh Sukaliman, Kepala Bappeda Kalbar kepada Wakil Bupati Sintang Melkianus yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sintang di Hotel Mercure Pontianak pada Rabu, 24 Mei 2023, kemarin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Pemerintah Kabupaten Sintang kembali mendapatkan nilai terbaik Kabupaten kota se-Kalbar dalam penanganan stunting.

Untuk kelima kalinya, upaya penurunan prevalensi stunting terintegrasi melalui 8 aksi konvergensi yang sudah dilakukan meraih peringkat pertama.

Piagam penghargaan diserahkan oleh Kepala Bappeda Kalbar Sukaliman kepada Wakil Bupati Sintang Melkianus yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sintang di Hotel Mercure Pontianak pada Rabu, 24 Mei 2023, kemarin.

"Kabupaten Sintang berhasil menempati peringkat 1 pada penilaian kinerja 8 Aksi Konvergensi Stunting Tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2022. Dengan demikian, Kabupaten Sintang sudah 5 tahun berturut-turut mendapatkan peringkat pertama sebagai kabupaten di Kalimantan Barat dengan kinerja terbaik dalam 8 Aksi Konvergensi Stunting Tingkat Provinsi Kalimantan Barat," kata Sekda Sintang, Kartiyus Kamis 25 Mei 2023.

Sukses Turunkan Stunting di 2022, Sintang, Pontianak dan Sambas Raih Penghargaan

Meski mendapatkan peringkat pertama, Kartiyus tetap mengingatkan jajaran Pemkab Sintang dan stakeholder yang peduli dengan upaya menurunkan stunting di Kabupaten Sintang. Sebab, angka stunting di Kabupaten Sintang masih ada di angka 18,7 persen.

"Mari kita bekerja keras lagi, kita turunkan lagi angka stunting di Kabupaten Sintang. Mudah-mudahan kita mampu mencapai target nasional yakni 14 persen di tahun 2024 mendatang," jelasnya.

Kartiyus meminta OPD, Camat, dan Kades agar terus buat ide baru untuk menurunkan stunting.

Pada tahun 2023 pemerintah sudah menetapkan 15 desa sebagai lokus penurunan stunting.

"Kemiskinan erat kaitanya dengan stunting. Salah satu penyebab stunting adalah kualitas sanitasi, maka dari itu Pemerintah Kabupaten Sintang terus berupaya mengoptimalkan desa yang bisa ODF. Saat ini dari total 391 desa di kabupaten Sintang, desa dan kelurahan yang sudah ODF baru 102 desa, target kami tahun 2023 ini akan ada tambahan 50 desa yang bisa ODF," ujar Kartiyus.

Perempuan dan Anak Paling Banyak Jadi Korban TPPO, DKBP3A Sintang Gelar Sosialisasi

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved