Waspada, Hasil Penelitian Menemukan Banyak Malware Berbahaya Menyusup di HP Android Murah

Menurut penelitiannya, serangan malware ini terjadi karena persaingan produsen firmware yang sangat ketat.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
ilustrasi malware di perangkat Android. Penelitian menyampaikan banyak malware pada HP Android murah 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Perusahaan keamanan internet, Trend Micro menyebut ada jutaan ponsel Android murah yang disusupi malware.

Dimana sistem operasi Android beberapa kali menjadi sasaran malware (malicious software).

Dari laporan terbaru, malware di perangkat berbasis Android sudah menyusup, bahkan sebelum ponsel sampai di tangan pengguna.

Malware atau malicious software adalah perangkat lunak berbahaya yang digunakan untuk mencuri data, menyebabkan kekacauan, dan merusak perangkat.

Dalam kasus ini, malware disebut bisa mencuri informasi pribadi pengguna dari ponsel budget alias smartphone murah.

Waspada, Ada Aplikasi ChatGPT Palsu Berisi Malware Yang Bisa Curi Data

Informasi yang dicuri, seperti nama (username), kata sandi (password), dan pesan SMS.

Menurut penelitiannya, serangan malware ini terjadi karena persaingan produsen firmware yang sangat ketat.

Sehingga, pabrikan smartphone memutuskan untuk membeli firmware dari produsen yang menawarkan harga murah.

Firmware merupakan perangkat lunak yang tertanam di hardware untuk mengontrol fungsi dasar perangkat keras dalam beroperasi.

Sederhananya, firmware ini mengatur booting dan shutdown ponsel, menangani input dan output data, mengatur daya baterai, dan masih banyak lagi.

Niatnya untuk berhemat, firmware yang murah ini ternyata disusupi plugin alias software tambahan bernama "silent plugins".

Fyodor Yarochkin selaku Principal Researcher Trend Micro menemukan setidaknya 80 plugin yang berbahaya dalam firmware murah tersebut.

Plugin ini mampu mengubah ponsel menjadi proxy yang kemudian digunakan untuk mencuri dan menjual pesan SMS, membajak akun media sosial serta e-mail, dan masih banyak lagi.

Silent plugins tersebut diperjualbelikan di forum dark web dan bahkan dipromosikan di media sosial mainstream seperti Facebook serta YouTube.

Beberapa plugin itu juga memungkinkan penjahat siber untuk mengontrol penuh ponsel selama lima menit dan mengunduh malware tambahan ke dalam ponsel yang sebelumnya sudah terinfeksi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved