Bantu Jaga Lingkungan, Imr Stitch Manfaatkan Kain Bekas Jadi Unik dan Menarik

Ia memutuskan untuk mencoba memanfaatkan sisa-sisa potongan kain tersebut untuk di rework kembali sehingga melahirkan tampilan barang yang baru.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FILE
Produk-produk sustainability fashion dari Imr Stitch dengan memanfaatkan kembali bekas potong-potongan kain. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Memanfaatkan sampah tekstil berupa sisa kain produksi yang dikumpulkan dari penjahit setempat, mampu menghasilkan produk fashion berkelanjutan (suistainable product) dengan visi menghasilkan produk bernilai dan berkualitas sekaligus juga dapat mengurangi salah satu penyumbang sampah terbesar dari industri fashion berupa sampah tekstil.

Di Kota Pontianak, terdapat salah satu jasa permak yang menyediakan permak dari kain-kain bekas yang didaur ulang menjadi barang-barang unik dan menarik, yakni Imr Stitch.

Sosok dibalik Imr Stitch, Imron Hakim yang mengawali jejak karirnya sejak tahun 2018 dengan membuka jasa menjahit dipinggir jalan. Mulanya, Imron hanya menerima permak baju dan celana.

Dalam prosesnya tersebut, ia melihat banyak sisa-sisa potongan kain yang sayang bila dibuang dan menjadi sampah.

Ia memutuskan untuk mencoba memanfaatkan sisa-sisa potongan kain tersebut untuk di rework kembali sehingga melahirkan tampilan barang yang baru.

Begini Cara Mengatasi Nomor Handphone yang Tidak Aktif Untuk Terima Kode Autentifikasi Facebook

Memiliki hobi menjahit yang sudah dikenalnya sejak kecil dari keluarganya. Kepeduliannya terhadap lingkungan pun layak untuk diacungi jempol.

Karya-karyanya yang unik dan kreatif dengan memanfaatkan kembali sisa kain ini bisa menghasilkan produk yang jauh lebih keren.

"Dari tahun 2018 saya buka permak baju dan celana dipinggir jalan dengan menggunakan mesin jahit. Saya berpikir dari hasil permak, banyak sekali sisa-sisa potongan kain ini dan sayang kalau dibuang dan akhirnya menjadi sampah. Saya coba daur ulang kain-kain bekas ini dengan menempel sisa-sisa kain, saya kreasikan kembali, hasilnya menjadi unik dan menarik," ujarnya kepada Tribun Pontianak saat ditemui di Tumbuh Mujahidin, Minggu 14 Mei 2023 malam.

Dalam menjahit, Imron juga menggunakan salah satu teknik menjahit dari Jepang yaitu Sashiko. Teknik menjahit ini yang menjadi iconic dalam karya-karya yang dihasilkannya dengan model bentukan pola yang unik bertumpukan dengan beberapa potongan kain yang dijahit dengan mesin maupun tangan.

"Saya menggunakan teknik menjahit dari Jepang yang bernama Sashiko, saya menumpukkan beberapa kain bekas lalu dijahit. Pola jahit dengan teknik Sashiko ini model jahitannya juga menarik bagi saya. Jahitnya bisa pakai mesin jahit ataupun dengan tangan," ucapnya.

Kain-kain bekas dapat di permak oleh Imron menjadi sesuatu yang menarik mulai dari baju, celana, tas, pouch, topi, totebag, kimono, apron, dan lainnya. Produk-produk yang dihasilkan pun tidak diproduksi dalam jumlah banyak, kebanyakan produk akan memiliki desain yang berbeda atau tergantung request.

Saat ini ia berkeinginan untuk mengedepankan sustainability fashion. Menjaga lingkungan dengan memanfaatkan kembali bekas potong-potongan kain yang memiliki nilai jual.

Harga jasa permak ini beragam, tergantung tingkat kesulitan saat menjahitnya. Tak hanya membuat produk-produk dari kain sisa menjadi produk baru, Imr Stitch juga menerima jasa permak, jahit, custom, dan lainnya. Teman-teman Tribunners bisa intip di akun instagramnya @imr.stitch, atau datang langsung ke lokasi produksi Jalan Bukit Barisan No. 70, Pontianak. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved