Peringatan Hari Thalasemia se Dunia di Kalbar, Perkuat Pencegahan dengan Melakukan Screening
“Nah upaya itu yang menjadi paling penting sekarang, supaya jangan sampai menambah jumlah penderita thalasemia di Kalbar,” ujarnya.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Maulidya (18) salah satu penyandang Thalasemia merasa senang dan mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalbar yang turut memberikannya perhatian dalam bentuk memberikan bantuan berupa kursi roda.
“Bantuan ini tentu akan mempermudah aktivitas saya, terutama setiap bulan untuk melakukan transfusi darah,”ujarnya.
Adapun bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Duta Thalasemia Provinsi Kalimantan Barat yang juga selaku Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat Lismaryani saat membuka Kegiatab Peringatan Hari Thalassemia Sedunia Tahun 2023, di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Senin 8 Mei 2023.
Peringatan Thalasemia Sedunia tahun 2023 ini mengangkat tema yakni "Sadari, Peduli dan Sebarkan Edukasi untuk Penguatan Layanan Thalasemia".
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan screening thalasemia kepada para remaja dari beberapa perguruan tinggi di Pontianak. Hal ini untuk mengetahui ada atau tidaknya gen thalasemia di dalam darah dari para remaja tersebut.
Baca juga: Peringatan Hari Thalasemia Dunia,POPTI Kalbar Gencarkan Screening dan Sosialisasi ke Masyarakat
Lismaryani berharap dengan kegiatan ini dapat menjadi bagian dari upaya untuk mewujudkan komitmen bersama dalam mencegah dan menanggulangi masalah thalasemia untuk mewujudkan zero kelahiran thalasemia mayor di Kalimantan Barat.
Yang secara komprehensif meliputi upaya promosi dan pencegahan faktor resiko, deteksi dini, diagnosis, pengobatan dengan dukungan surveilans, riset dan rehabilitas.
Kegiatan pemeriksaan golongan darah dan deteksi dini yang digagas oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, juga bekerja sama dengan PKK Provinsi Kalbar, dan POPTI Kalbar serta pihak terkait.
"Saya mengharapkan komitmen dari seluruh pihak untuk turut serta dalam pengendalian thalasemia mayor di Kalimantan Barat," harapnya.
Ditempat yang sama, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, dr Feery Safariadi menyampaikan dalam upaya penanganan thalasemia yang paling penting adalah jangan sampai ada penambahan kasus, caranya dengan melakukan screening jangan sampai thalasemia minor atau pembawa sifat bertemu dengan minor, sehingga akan menjadi mayor.
“Nah upaya itu yang menjadi paling penting sekarang, supaya jangan sampai menambah jumlah penderita thalasemia di Kalbar,” ujarnya.
Semua umur sebenarnya menjadi ideal untuk discreening tetapi yang paling baik adalah melakukan persiapan dari remaja.
“Pada saat screening ini juga kita lakukan edukasi jangan sampai pada saat menikah yang thalasemia minor justru menikah dengan penyandang thalasemia minor.
Kalau sudah terlanjur maka kita edukasi dengan baik dan lakukan pemantauan dengan baik,”ujarnya.
Seperti pada kegiatan hari ini, Feery mengatakan kegiatan dirangkaikan juga dengan pemeriksaan golongan darah agar nantinya jika mereka tidak memiliki thalsemia minor, mereka bisa menjadi pendonor tetap yang disebut sahabat thalasemia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/POPTI-Kalbar-080523-popti.jpg)