Peringatan Hari Thalasemia Dunia,POPTI Kalbar Gencarkan Screening dan Sosialisasi ke Masyarakat

“Kami berharap para pendonor darah agar bisa menjadi pendonor darah tetap bagi penyandang thalasemia yang ada di Kalbar,” ujar Windy.

Tayang:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Foto bersama Duta Thalasemia Provinsi Kalbar Lismaryani Sutarmidji. 

Bantuan untuk obat-obatan, dikatakan Windy merupakan bantuan dari Pemprov Kalbar yang memang belum tertanggung didalam BPJS.

Selain itu, ada beberapa inovasi dalam pelayanan Thalasemia yang ada di Provinsi Kalbar itu diantaranya “Rumah sakitku rumah keduaku” yang ada di RSUD dr Soedarso.

“Jadi kita ada tempat khusus untuk penyandang thalasemia yang kali mereka mau transfusi yang dibuat seperti rumah sendiri dengan nyaman serta dilengkapi fasilitas pendukung seperti wifi, taman bermain dan buku bacaan serta lainnya,” ujar Windy.

Selanjutnya ada inovasi Sidoremi yang sangat membantu penyandang thalasemia untuk mempermudah mencari pendonor darah tetap.

“Penyandang talasemia ini, karena setiap bulan harus melakukan transfusi seumur hidup dan setiap penyandang tidak sama jumlah kantong darah yang diperlukan yang harus sesuai dengan besar dan umur. Misalnya umur 5 tahun, untuk satu bulannya dia membutuhkan satu kantong darah, tapi jika berumur 10 bahkan 20 tahun keatas mereka harus memerlukan beberapa kantong darah untuk transfusi,” jelas Windy.

Maka dari itu diperlukan para pendonor darah tetap bagi mereka untuk transfusi setiap bulannya.

“Kami berharap para pendonor darah agar bisa menjadi pendonor darah tetap bagi penyandang thalasemia yang ada di Kalbar,” ujar Windy.

Selayaknya penyandang talasemia harus memiliki 20 orang pendonor darah tetap. Kemudian untuk membantu penyandang talasemia dan pendonor darah maka difasilitasi lewat inovasi Sidoremi. Lewat inovasi tersebut penyandang thalasemia akan terbantu dan tidak memakan waktu lama mencari pendonor.

Para penyandang thalamsemia bisa menghubungi dan membuat janji dengan para pendonor darah. Sebelumnya saat belum ada inovasi sidoremi para penyandang thalasemia harus menunggu dan mencari para pendonor darah dan bergantung dengan ketersediaan darah di PMI.

Meskipun sejak dulu PMI sangat mendukung dan membantu para penyandang thalasemi dalam memenuhi kebutuhan darah.

“Pendonor darah tetap juga diperlukan untuk menghindari alergi pada waktu transfusi darah, pasalnya saat transfusi kadang-kadang ada beberapa yang alergi misalnya sesak nafas, demam, alergi timbul dikulit itu kita sangat kasian ketika mereka alergi. Dengan adanya pendonor darah tetap akan bisa mengurangi alergi dari penyandang thalasemia,” ungkap Windy.

Windy yang juga menjabat sebagai Kadisporapar Provinsi Kalbar mengatakan selain adanya bantuan dari Gubernur Kalbar berupa filter blood pada saat transfusi juga sangat membantu penyandang talasemia untuk mengurangi alergi ketika melalukan transfusi.

“Kami berharap dengan adanya sinergi serta kolaborasi dari berbagai stakeholder dapat mendukung penyandang thalasemia, dan mensosialisasi serta edukasi kemasyarakat khususnya pada usia pra nikah tentang pencegahan thalasemia,”harap Windy.

Dari beberapa program kegiatan yang telah di laksanakan bersama Pemprov Kalbar, Windy mengatakan khususnya dengan Dinas Kesehatan yakni bersama mensosialiasi serta melakukan screening thalasemia untuk usia pra nikah. (*)

Pelunasan Biaya Haji Diperpanjang, 184 CJH Kalbar Belum Lunasi Bipih

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved