Bus Santri Masuk Jurang

BREAKING NEWS: 3 Santri Gontor Meninggal Dunia Setelah Bus yang Ditumpangi Masuk Jurang di Parimo

Ketiga santri itu adalah Moh Riski Pertama asal Riau. Erlangga Agustian asal Ponorogo dan Mohamad Fatir asal Manado.

Editor: Nasaruddin
Handover
Bus rombongan santri Pondok Pesantren Gontor yang masuk jurang di Desa Toboli KM 5, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis 4 Mei 2023. Akibat kejadian ini tiga santri meninggal dunia dan lainnya mengalami luka. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PARIMO - Tiga santri Pondok Pesantren Gontor Ponorogo meninggal dunia akibat kecelakan di Desa Toboli, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu 3 Mei 2023 malam.

Ketiga santri itu adalah Moh Riski Pertama asal Riau. Erlangga Agustian asal Ponorogo dan Mohamad Fatir asal Manado.

Pada hari kejadian, ketiganya yang merupakan guru pengabdian Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor bersama 26 santri lainnya dalam perjalanan menuju Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 11 Ittihadul Ummah Poso.

Kasi Humas Polres Parigi Moutong Iptu J Turangan menjelaskan, Bus Rappan Marannu yang mengangkut 30 guru pengabdi itu memulai perjalanan dari Mutiara Sis Al-Jufri menuju Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 11 Putra Ittihadul Ummah Poso sekitar pukul 19.00 WITA.

Aksi Heroik Polisi Selamatkan Korban Kecelakaan Tunggal di Jalan Trans Kalimantan KM 60 Ambawang

Sempat singgah makan malam pada 20.30 WITA, rombongan lalu berangkat menuju pondok sekitar pukul 21.00 waktu setempat.

Ketika dalam perjalanan ke pondok inilah, sekitar pukul 22.00 WITA bus yang digunakan mengalami kecelakaan.

Saat bus memasuki area KM 5 Jalur Kebun Kopi, sopir hendak menyalip kendaraan tepat di tikungan.

Saat itu bus berada dalam kecepatan tinggi karena sedang memasuki jalur penurunan.

Setelah berhasil menyalip kendaraan di depannya, laju bus terus bertambah hingga akhirnya masuk ke jurang sedalam 20 meter.

Berdasarkan data Kantor Pertolongan dan Pencarian Kota Palu, bus tersebut memuat 33 orang.

Rinciannya, 29 penumpang dan 4 awak bus.

Setelah berhasil dievakuasi, para korban dibawa ke Rumah Sakit Anuntaloko Parigi.

Kapolres Parimo, AKBP Yudy Arto Wiyono mengatakan, penyebab kecelakaan itu belum diketahui.

Namun, berdasarkan informasi dari karnet, terdengar suara teriakan dari sopir bahwa rem bus itu blong.

"Masih kita lakukan pendalaman terkait dengan kejadiannya, masih olah TKP, jadi belum bisa kita pastikan, di sini juga sudah ada Jasa Raharja dan Dinas Perhubungan," ucapnya kepada Tribunpalu melalui via whatsapp, Kamis 4 Mei 2023.

Kata Yudy, mobil bus bertuliskan Rappan Maranu itu saat ini masih ada di dalam jurang dengan posisi terbalik ke sisi kiri.

Semua korban berserta barang-barangnya juga sudah selesai dievakuasi sejak pukul 01.00 Wita dan dibawa ke Rumah Sakit Anutaloko Parigi.

"Siapa tau ada keluarga korban yang mau mengambil barangnya, bisa ambil di Polres Parimo," ujarnya.

Dia menambahkan, adapun korban-korban yang masih luka berat akan dirawat di Rumah Sakit Anutaloko Parigi.

Sementara, yang luka ringan kemungkinan akan terus melanjutkan perjalanannya menuju Ponpes Gontor.

Artikel ini telah tayang di TribunPalu.com dengan judul Bus Rombongan Santri Masuk Jurang di Parimo Belum Diangkat, Polisi Lakukan Olah TKP
Penulis: Rian Afdhal | Editor: Muh Ruliansyah

Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved