Respon KPKG Soal Kespeg Dihapus, Yustinus Minta Sampaikan dengan Cara Elegan, Bukan Mogok Ngajar

Yustinus berharap, tidak ada guru yang mogok mengajar di kelas. Pemerintah kata dia, pasti akan mencari solusi terbaik terkait dengan keluhan guru.

Tayang:
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Prokopim
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Yustinus 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Yustinus menegaskan bakal memberikan sanksi disiplin bagi guru yang mogok mengajar di kelas karena protes terhadap dihapusnya Tambahan Penghasilan Pegawai/Kespeg bagi guru yang menerima tunjangan profesi dan tunjangan khusus.

Pernyataan Yustinus menyikapi pernyataan sikap Komunitas Peduli Kehormatan Guru (KPKG) Kabupaten Sintang.

Dalam pernyataan yang dibuat pada 29 April 2023 lalu, terdapat tiga poin KPKG menyikapi Perbup Sintang nomor 25 tahun 2023 dan surat edaran tentang pembayaran tambahan penghasilan pegawai ASN tentang penetapan besaran TPP.

Perwakilan kepala sekolah dan guru dari 12 kecamatan yang tergabung dalam KPKG menyatakan tidak menerima penghapusan Kespeg bagi guru yang menerima tunjangan profesi dan khusus; untuk bekerja di rumah dari tanggal 2 Mei 2023 sampai batas waktu yang tidak ditentukan hingga pernyataan sikap dipenuhi dan meminta dikembalikan ke Perbup Nomor 100 tahun 2019.

“Saya akan terapkan nanti ketika ada guru yang mogok mengajar, kita akan terapkan PP tentang disiplin pegawai. Saya akan tegas itu, jadi tidak bisa bermain dengan saya,” kata Yustinus, Selasa 2 Mei 2023.

Baca juga: Tanggapi Pernyataan Sikap KPKG, Melkianus : Saya Harap Guru Tidak Melakukan Aksi Mogok

Yustinus mengaku sudah menyurati sekolah supaya para guru tidak melakukan aksi mogok mengajar. Menurutnya, ada cara yang elegan untuk menyampaikan protes penghapusan Kespeg.

“Tentu jika ingin menyampaikan aspirasi terkait (penghapusan) kespeg ada cara yang elegan, apalagi seorang pendidik yang merupakan garda terdepan mencerdaskan anak bangsa ada cara yang elegan,” kata Yustinus.

Menurut Yustinus, cara yang elegan untuk protes terhadap kebijakan pemerintah bukan dengan cara mogok mengajar siswa. “Saya tidak ingin ada guru sekolah yang mengorbankan anaknya tidak mengajar di sekolah. Karena bagaimanapun anak siswa itu berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran itu yang penting. Menyampaikan aspirasi secara elegan. Cara yang bijak, jangan sampai korbankan siswa,” tegasnya.

Yustinus berharap, tidak ada guru yang mogok mengajar di kelas. Pemerintah kata dia, pasti akan mencari solusi terbaik terkait dengan keluhan para guru.

“Mungkin mereka kurang mengetahui informasi tentang keuangan daerah. Kami akan berupaya dan mendorong pemerintah kedepan bisa memikirkan hal ini,” katanya. (*)

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved