Otomotif

Ada Hewan Melintas di Tengah Jalan, Tabrak Atau Ngerem?

Tetapi, kalau sampai memutar setir dalam kecepatan tinggi, khawatir mobil jadi hilang kendali dan celaka.

Dok. Kompas.com
Ilustrasi mudik. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Saat berkendara mobil dibutuhkan fokus yang tinggi untuk selalu melihat dan waspada pada kondisi jalan.

Ini merupakan hal wajib agar pengemudi bisa mengambil tindakan yang tepat saat terjadi sesuatu di luar dugaan.

Seperti misalnya ada hewan peliharaan atau pun ada hewan liar yang tiba-tiba melintas di hadapan kita.

Lantas jika berada pada kondisi seperti itu, lebih baik tabrak binatang yang lewat atau mengerem dengan keras?

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, pertama lihat dulu ukuran binatang yang menyeberang, apakah besar atau kecil.

Jangan Paksa Mobil Anda Jika Kampas Kopling Telah Habis, Ini Resikonya

“Binatang yang ukurannya kecil seperti kucing, anjing, dan lain-lain kalau menyeberang jalan ditabrak saja. Tapi menabraknya itu dengan kecepatan yang dikontrol alias direm sebelumnya,” ucap Sony.

Dengan kecepatan yang berkurang, jika memungkinakan, posisikan hewan di tengah mobil sehingga bisa masuk kolong.

Tetapi, kalau sampai memutar setir dalam kecepatan tinggi, khawatir mobil jadi hilang kendali dan celaka.

Jika sampai harus menabrak sampai mati, mobil bisa berhenti di tempat yang aman untuk mengambil dan mengubur binatang tersebut.

“Tidak boleh juga ngerem mendadak, kecuali kondisi lalu lintas di belakang kosong,” kata Sony.

Namun, hal tersebut tidak disarankan karena kondisi lalu lintas di Indonesia yang jarang sepi.

Selain itu, masih sedikit pengemudi yang mengecek belakang saat rem mendadak, sehingga rawan kena tabrak.

Sementara itu Marcell Kurniawan selaku Training Director The Real Driving Center (RDC) mengatakan.

Ingin Hemat BBM Saat Mudik Pakai Mobil Pribadi, Segini Suhu AC Yang Ideal

Ada sikap yang harus dilakukan pengendara agar tetap aman jika bertemu hewan yang berkeliaran di jalanan.

"Pertama, wajib lakukan observasi jauh ke depan untuk memastikan ada potensi bahaya apa yang mungkin ada di depan. Sehingga, kita siap dan sigap bila ada potensi bahaya yang mungkin terjadi," jelasnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved