Idul Fitri
Apakah Lebaran Muhammadiyah dengan NU dan Pemerintah Berbeda? Ini Jadwal Sidang Isbat Kemenag 2023!
Sidang Isbat termasuk Syawal merupakan rapat yang diadakan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama untuk menetapkan awal bulan dalam kalender islam
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Simak penjelasan mengenai dilaksanakannya Lebaran Muhammadiyah dengan Nahdlatul Ulama dan Pemerintah pada artikel berikut yang berpotensi berbeda.
sidang isbat termasuk Syawal merupakan rapat yang diadakan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama untuk menetapkan awal bulan dalam kalender islam.
Adapun sidang isbat yang diselenggarakan Kemenag itu, melibatkan ulama, ahli hisab (astronomi), dan pejabat pemerintahan terkait keagamaan.
Adapun Diketahui Lebaran Muhammadiyah dengan Nu dan Pemerintah dipastikan beda.
Berikut jadwal sidang isbat Idul Fitri 2023 Kemenag kapan dan tanggal berapa.
Tujuan utama sidang isbat bulan Syawal ini adalah menentukan tanggal 1 Syawal, yang menandai permulaan Idul Fitri atau Lebaran.
• Jadwal Penentuan Lebaran 2023, Hasil sidang isbat Kemenag Bisa Dicek Disini!
sidang isbat Syawwal biasanya diadakan menjelang akhir bulan Ramadhan, dengan tujuan memverifikasi penampakan hilal (bulan sabit muda) sebagai tanda awal bulan Syawal.
Dalam sidang, peserta mempertimbangkan data hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung) mengenai posisi hilal.
Jika hilal terlihat, hari berikutnya akan ditetapkan sebagai 1 Syawal dan Umat Islam akan merayakan Idul Fitri.
Namun, jika hilal belum terlihat, bulan Ramadhan akan diperpanjang satu hari lagi sebelum perayaan Idul Fitri.
Hasil sidang isbat diumumkan oleh pemerintah dan menjadi patokan bagi Umat Islam di Indonesia untuk merayakan Lebaran atau Idul Fitri.
• sidang isbat Idul Fitri 2023 Jam Berapa? Live Hasil Isbat Idul Fitri 2023
Dikutip dari laman Nu online, Peneliti Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, menyatakan bahwa pemerintah dan NU kemungkinan akan merayakan Idul Fitri pada 22 April.
Sedangkan Muhammadiyah akan menggelar Idul Fitri pada 21 April 2023. Keputusan ini sejalan dengan hisab awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1444 H yang diterapkan oleh Majelis Tarjih dan Jadid Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah.
Syamsul Anwar, Ketua bidang Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, mengatakan bahwa penetapan ini didasarkan pada posisi, bukan pada penampakan bulan.
Dalam menentukan bulan Ramadan, pihaknya memperhatikan syarat terjadinya Ijtima, saat bulan telah mengelilingi bumi dengan satu putaran sinodis.
Pada 20 April 2023, Kemenag akan mengadakan sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1444 H atau Idul Fitri.
Sidang ini penting untuk memastikan kapan Umat Islam di Indonesia akan merayakan perayaan yang sangat penting ini sesuai dengan penampakan hilal.
Demikian penjelasan Lebaran Muhammadiyah dengan Nu dan Pemerintah diketahui akan berbeda perayaannya, Semoga bermanfaat. (*)
Pasca Idul Fitri Harga Telur Ayam di Mempawah Mulai Turun, Sekarang Rp 32 Ribu Per Kg |
![]() |
---|
Pengunjung ODTW Pancur Aji Sanggau Capai 500 Orang per 21 April |
![]() |
---|
Ciptakan Kamtibmas Aman dan Kondusif, Polresta Pontianak Tingkatkan Patroli Pasca Idul Fitri |
![]() |
---|
Kapolres Sekadau Bersama PJU Hadiri Halal Bihalal di Rumdin Sekda Sekadau |
![]() |
---|
Kapolsek Nanga Mahap Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat di Momen Idul Fitri |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.