Ramadhan Kareem
Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar Paling Mudah, Imam Syafii dan Malik Ajarkan Amalan Berikut
Inilah cara paling mudah yang sekurang-kurangnya bisa Anda lakukan. Untuk menggapai keutamaan dan kemuliaan malam Lailatul Qadar ! Cek lengkap di sini
أَنَّ إِحْيَاءَهَا يَحْصُلُ بِأَنْ يُصَلِّيَ العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ وَ يَعْزِمُ عَلَى أَنْ يُصَلِّيَ الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ
Artinya:
“Sesungguhnya menghidupkan malam Lailatul Qadar bisa dengan menunaikan Sholat Isya Berjamaah,"
"Dan bertekad untuk melaksanakan Sholat Shubuh secara Berjamaah pula,”
Dalam kesempatan lain, Imam Syafii juga pernah berkata:
مَنْ شَهِدَ العِشَاءَ وَ الصُّبْحَ لَيْلَةَ القَدْرِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا
Artinya:
“Siapa yang menghadiri Sholat Isya dan Sholat Shubuh (dengan Berjamaah di Masjid) pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari malam tersebut,"
Selain itu, jika memungkinkan sebisa mungkin untuk Sholat Tarawih dengan Berjamaah pula .
Imam Malik dalam Al Muwatta pernah berkata:
مَنْ شَهِدَ لَيْلَةَ القَدْرِ ـ يَعْنِي فِي جَمَاعَةٍ ـ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا
Artinya:
“Siapa yang menghadiri shalat berjama’ah pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari menghidupkan malam Lailatul Qadar tersebut.”
Hal ini sejalan dengan Hadist Rasulullah Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan Sholat Tarawih dengan Berjamaah :
مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً
cara
malam
Lailatul Qadar
keutamaan
mudah
Imam Syafii
Malik
amalan
Sholat
Subuh
Isya
Berjamaah
Masjid
Doa
sedekah
Ulama
Tilawah
Alquran
Puasa
DOA Setelah Sholat Tarawih Agar yang Diinginkan Segera Diijabah Lengkap Bacaan Latin dan Artinya |
![]() |
---|
APAKAH Onani di Siang Bolong Saat Ramadhan dapat Membatalkan Puasa? Cek Hukumnya Disini ! |
![]() |
---|
KUMPULAN Doa Buka Puasa Ramadhan 2025 yang Shahih dan Mustajab Lengkap dengan Keutamaannya |
![]() |
---|
DAFTAR Takjil yang Sehat dan Praktis Buat Buka Puasa Lengkap Manfaat Konsumsi Takjil yang Sehat |
![]() |
---|
Niat Mandi sebelum Puasa Ramadhan 2025 M atau Padusan di Hari Terakhir Bulan Syaban 1556 H |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.