Ramadhan Kareem

Sutarmidji Tinjau Pembangunan Masjid Agung Nurul Islam Singkawang, Ditargetkan Rampung di 2024

Pada kesempatan itu, Sutarmidji mengatakan pembangunan masjid tersebut sudah mencapai 70 persen. 

Penulis: Anggita Putri | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Adpim Provinsi Kalbar
Gubernur Kalbar saat meninjau pembangunan Masjid Agung Nurul Islam di Kota Singkawang, Minggu 9 April 2023. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Safari Ramadan ke Kota Singkawang, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji didampingi Penjabat (Pj) Wali Kota Singkawang Sumastro meninjau pembangunan Masjid Agung Nurul Islam di Kota Singkawang, Minggu 9 April 2023.

Pada kesempatan itu, Sutarmidji mengatakan pembangunan Masjid Agung Nurul Islam Singkawang sudah mencapai 70 persen. Sehingga hanya tinggal tahap finishing.

“Jadi tinggal finishing, dan menaranya. Tapi sebetulnya (bagian) dalamnya kalau sudah dikeramik, nanti mungkin lebaran sementara bisa digunakan, sambil finishing pelan-pelan, finishing ini pekerjaan paling lama, karena halus-halus," ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa Masjid Agung Nurul Islam ditargetkan bisa benar-benar selesai pada 2024 mendatang. Dengan statusnya sebagai Masjid Agung, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang setiap tahun bisa menganggarkan dari APBD untuk pemeliharaan, dan operasional. 

Di mana pengaturan soal masjid itu sudah dijelaskan dalam Surat Keterangan (SK) Menteri Agama (Menag) tentang status Masjid. 

“Masjid Agung itukan di kabupaten/kota itu boleh terus menerus (dianggarkan kabupaten/kota), kalau masjid raya di provinsi, seperti Mujahidin itu boleh terus menerus (dianggarkan Pemprov), kalau masjid di luar itu tidak boleh, harus diselingi, itu ada aturannya,” ungkapnya. 

Gubernur Sutarmidji Luncurkan Program Bantuan Pangan di Kota Singkawang

Sutarmidji juga mengimbau kepada masyarakat Kalbar jika ingin berinfak, atau menyumbang bisa diarahkan ke pembangunan Masjid Agung Nurul Islam Singkawang, atau juga rumah ibadah lain yang memang masih memerlukan anggaran untuk pembangunan. 

“Karena kalau dengan anggaran pemerintah ada aturannya. Kalau Pemprov sifatnya hibah, dan harus diselingi waktu (tak bisa tiap tahun). Kalau masjid raya boleh tiap tahun karena tanggung jawab provinsi, kalau masjid agung itu tanggung jawab kabupaten/kota, kalau masjid besar itu di kecamatan, masjid jami di kelurahan atau desa,” ungkapnya.

Dalam kesempatan mengisi kuliah subuh di Masjid Agung Singkawang, Gubernur Sutarmidji menyampaikan banyak hal, salah satunya tentang keikhlasan. 

Midji mengatakan ikhlas itu bisa digambarkan, merupakan rahasia antara manusia dengan Allah SWT. Hanya Allah SWT yang bisa mengetahui apakah perbuatan seseorang itu ikhlas atau tidak. Karena definisi perbuatan ikhlas dijelaskan dia, malaikat pun tidak akan tahu sampai malaikat tersebut bisa mencatatnya. 

Lalu setan tidak akan tahu sampai setan tersebut bisa merusaknya. Dan nafsu juga tidak akan tahu sampai nafsu tersebut bisa memalingkannya. 

“Itu definisi ikhlas, menyebutnya gampang tapi implementasinya tidak. Jadi hanya Allah yang tahu, perbuatan ikhlas itu," ujarnya. 

Epic Collaboration Pemuda Kota Singkawang Bagikan Takjil Berbuka Puasa

Maka dari itu, umat muslim dianjurkan untuk sebanyak-banyaknya bersedekah, dan setelah itu melupakannya. Sebab orang yang sedekahnya sedikit tentu akan susah ikhlas, karena mudah untuk diingat terus-menerus. 

Sebaliknya orang yang banyak bersedekah, meski masih ada yang selalu diingatnya, tapi akan banyak pula yang dilupakan. Sedekah yang dilupakan itulah yang dikatakan ikhlas, kemudian diharapkan  bisa menjadi tabungan pahala untuk akhirat kelak. 

“Saya harap kita betul-betul bisa mengimplementasikan itu. Kita kadang mudah menyebutkannya (ikhlas) tapi susah implementasinya, tidak hanya ikhlas tapi juga untuk banyak hal," pungkasnya.

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved