Ramadhan Kareem

Serba-serbi Mudik 2023: Cerita Pekerja di Badau Mudik Lebih Awal hingga Tiket Jakarta-Pontianak Full

Meski demikian, ia memprediksi jumlah penumpang arus mudik tahun ini akan mencapai angka 232.403 penumpang.

|
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto
Diyo (36) warga asal Kabupaten Ngawi. Jawa Timur yang merantau ke Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar saat ditemui di Pelabuhan Dwikora Pontianak. Kamis 30 Maret 2023. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA -

Merayakan Idul Fitri bersama keluarga besar, merupakan kebahagiaan yang sulit diungkapkan, terlebih bagi para perantau yang bekerja jauh dari tanah kelahiran.

Setelah dua tahun puncak Pandemi Covid 19, banyak warga perantauan bersemangat untuk mudik atau pulang ke kampung halaman.

Seperti halnya seorang warga asal Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur yang ditemui TribunPontianak.co.id di Pelabuhan Dwikora Pontianak kemarin sore.

Diyo (36) yang bekerja di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat menyampaikan, sudah dua tahun tidak pulang ke kampung halamannya di Ngawi, Provinsi Jawa Timur.

Setelah pencabutan status PPKM oleh pemerintah, iapun sangat bersemangat untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga besar di kampung halamannya.

Menggunakan Kapal Dharma Kartika rute Pontianak - Semarang, ia memilih mudik jauh hari sebelum puncak arus mudik karena ingin memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga besar.

Cara Daftar Mudik Gratis Polri Presisi 2023 Dibuka 29 Maret-14 April, Lengkap dengan Kota Tujuan

Transportasi laut dipilihnya sebagai sarana pulang kampung karena menurutnya biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dibandikan pesawat. Selain itu fasilitas kapal saat ini sudah lebih memadai dan nyaman, sehingga perjalanan tetap menyenangkan.

"Untuk Kapal ini saya, istri dan anak, satu juta rupiah cukup, kalau pesawat 1 juta saja untuk satu orang, dan fasilitas Kapal sekarang ini sudah enak, nyaman," ujarnya.

Saat ini, satu tiket kapal untuk dewasa ia beli seharga Rp 350 ribu. Menurutnya untuk tiket pada puncak arus mudik mengalami kenaikan harga, hal itupun yang membuatnya memilih mudik lebib awal.

Hal senada disampaikan oleh Santo (40) asal Sleman, Yogyakarta. Ia memilih mudik lebih awak karena menghindari kepadatan dan memperoleh tiket, karena dirinya khawatir bila mudik pada saat puncak arus mudik akan kesulitan memperoleh tiket.

"Kalau awal - awal begini di Kapal tidak terlalu padat, jadi lebih nyaman, dan harga tiket juga belum naik," ujarnya.

Pemudik Lebaran 2023 di Kalbar Diprediksi Capai Angka 232 Ribu Orang

Momen Ceng Beng

Harga tiket pesawat rute Jakarta - Pontianak mengalami kenaikan pada momen Ceng Beng hingga awal April 2023. Ceng Beng merupakan hari dimana keluarga akan berziarah ke makam leluhur dan kerabat.

Imbasnya harga tiket pesawat menyentuh angka Rp1,5 juta. Distrik Manager Lion Air Group Pontianak, Bire mengatakan tak seperti tahun sebelumnya yang dilanda pandemi pada tahun ini tiket ludes diburu penumpang.

"Alhamdulillah, Ceng Beng taun ini luar biasa full. Puncaknya pekan ini lah sampai Sabtu dan Minggu, Lion Air full terus. Harga tiket batas atas 1,435,700. Rutenya dengan permintaan tinggi Jakarta - Pontianak dan Pontianak - Jakarta, termasuk ke Batam dan Surabaya," ujar Bire kemarin.

Lion Air kata Bire tetap mengedepankan pelayanan terhadap penumpang, terutama ontime performance. Untuk mengantisipasi antrean dan keterlambatan jam penerbangan ia menyarankan penumpang untuk check in melalui aplikasi atau website.

"Kami menyarankan penumpang yang telah memiliki tiket agar melakukan check in melalui website. Check in selain melalui website juga bisa melalui aplikasi dan sehari sebelumnya di kantor kita. Penumpang juga disarankan lebih awal ke bandara," ujarnya.

Penumpang rute Jakarta - Pontianak, Ayu S mengatakan untuk penerbangan tanggal 19 April ia membeli 2 tiket dengan harga Rp3.028.000 atau sekitar Rp1,5 juta per orang.

"Tahun lalu masih dapat Air Asia Rp 938 ribu. Tahun ini keberangkatan Rp1,5 juta harga tiket, wajar soalnya belinye Januari 2023. Kalau tahun lalu belinya dari tahun sebelum keberangkatan," ujar Ayu.

Sebelumnya, Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Bandara Supadio Pontianak Muhamad Iwan Sutisna mengatakan kegiatan monitoring Hari Raya Idul Fitri 2023 akan dimulai lima belas hari sebelum Lebaran (H-15) hingga lima belas hari setelah Lebaran (H+15).

Meski demikian, ia memprediksi jumlah penumpang arus mudik tahun ini akan mencapai angka 232.403 penumpang.

"Perkiraan jumlah penumpang angkutan lebaran tahun 2023 sejumlah 232.403 orang," kata Iwan Sutisna, Kamis 30 Maret 2023.

Menurutnya, jumlah penumpang arus mudik Lebaran tahun ini akan diperkirakan mengalami penurunan.

"Secara umum diperkirakan terjadi penurunan jumlah penumpang dibanding tahun lalu, itu karena pada saat Lebaran 2022, di mana persyaratan perjalanan dibuka dan orang berbondong-bondong berangkat mudik karena sudah dua tahun tidak mudik," katanya.

Untuk puncak kedatangan penumpang akan terjadi pada H-1 dan untuk puncak keberangkatan pada H-5.

"Untuk penumpang arus mudik lebaran tahun ini secara umum diperkirakan terjadi penurunan jumlah penumpang dibanding tahun lalu, untuk Pax -6 persen dan flight -3 persen," katanya.

Ia mengatakan Bandara Supadio sudah siap untuk melayani kegiatan mudik Lebaran tahun 2023 mendatang.

"Kami sudah siap melayani, baik personil maupun fasilitas seperti tahun - tahun sebelumnya, juga berkoordinasi dan bekerja sama dengan para stakeholder terkait (Airnav, Lanud, Kepolisian, KKP, BMKG, dan yang lainnya)" tutupnya.

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved