Penyesalan Pendiri Instagram, di IG Sekarang Orang Pamer Kemewahan dan Kekayaan

Para kreator kerap memanfaatkan platform untuk memamerkan kehidupan dan gaya hidup yang serba mewah.

Tribunpontianak.co.id/net/ka
Ilustrasi Tampilan Instagram 

Guna untuk menunjukkan siapa yang lebih baik, lebih sempurna, lebih kaya, dan sebagainya.

Jika hal ini terus berlanjut, Instagram bisa menimbulkan sejumlah kekhawatiran bagi masyarakat.

Sebab, banyaknya konten yang memamerkan kekayaan dan gaya hidup mewah, bisa meningkatkan perilaku depresi dan kecemasan berlebih.

Setiap orang “seolah” didorong untuk menjadi sama seperti kreator yang mereka idam-idamkan.

Instagram juga secara tidak langsung menciptakan gambaran realita yang tidak realistis.

Misal, seseorang harus selalu sukses dan kaya untuk bisa menjadi bahagia.

Selama melakukan diskusi di podcast, Systrom justru membandingkan Instagram dengan aplikasi media sosial asal Perancis bernama BeReal.

BeReal memungkinkan pengguna berbagi kegiatan sehari-hari secara realtime, alias harus dibagikan saat itu juga.

Setiap pengguna bakal diajak untuk berbagi konten dalam waktu yang singkat, yakni dua menit untuk mem-posting.

Waktu yang sangat singkat itu seolah “memaksa” pengguna mengambil foto atau video yang kurang sempurna.

Pengguna Instagram di Indonesia Ternyata Belum Bisa Nikmati Saweran Gift, Hanya Bisa Kirim

Pengguna tidak diizinkan untuk menambah filter ataupun efek lain saat mengunggah konten.

Ringkasnya, fitur ini menekankan bahwa menjadi tidak sempurna bukanlah masalah.

Ciri khas dari fitur inilah yang menarik perhatian Systrom.

BeReal, menurut Systrom, bisa dijadikan solusi atas perubahan yang terjadi di Instagram.

BeReal bisa menghindarkan pengguna dari stigma-stigma baru di Instagram, bahwa hidup tidaklah selalu harus sempurna, terstruktur, dan sebagainya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved