Ini Dia Medsos Baru Mirip TikTok, Namun Berbentuk Teks
Artifact sendiri merupakan aplikasi berbasis teks yang mengandalkan pembelajaran mesin (machine learning).
Artinya, masih belum digelontorkan secara resmi kepada publik dan masih dalam tahap uji coba.
Aplikasi tersebut nantinya akan tersedia untuk seluruh pengguna iOS dan Android.
Systrom memastikan bahwa aplikasi buatannya bakal bertanggung jawab untuk memberikan artikel dan informasi berkualitas tinggi.
Maka dari itu, ia berupaya untuk merekrut penerbit yang memiliki kualitas dan standar redaksi berita.
Pengguna yang mengunggah artikel atau informasi yang menyimpang juga akan dihapus oleh sistem.
Tidak hanya itu, potensi dari kecerdasan buatan, menurut Systrom, juga sangat menjanjikan di masa mendatang.
Itulah yang menjadi alasan Artifact juga mengandalkan AI untuk menyuguhkan berita ke pengguna.
“Saya rasa pembelajaran mesin menjadi hal paling keren yang tidak bisa dihindari untuk saat ini.
Bukan karena terkesan modern, tetapi saat sistem tau Anda suka topik tertentu, sistem akan menyajikannya ke pada Anda,” pungkas Systrom.
Duo pendiri Instagram tersebut juga mengumbar model bisnis yang mereka terapkan.
Mereka berencana untuk menerapkan sistem bagi hasil dengan para penerbit.
Bila bisnis ini terus berkembang, hal tersebut dapat membantu pengguna mendapat penerbit yang baru dan mendorong mereka untuk subscribe. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Aplikasi-baru-berbasis-teks-buatan.jpg)