Ramadhan Kareem

Cara Bertemu Malam Lailatul Qadar Momen Paling Dinanti Setiap Muslim Saat Ramadhan 1444 Hijriah

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menghidupkan sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ENRO
Simak amalan untuk bertemu Malam Lailatul Qadar pada Ramadhan 1444 Hijriah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Momen paling dinantikan setiap Muslim adalah bertemu dengan Lailatul Qadar.

Tibanya Lailatur Qadar datang bersamaan dengan datangya Ramadhan 1444 Hijriah.

Ramadhan 1444 Hijriah akan dimulai pada Kamis 23 Maret 2023 dan resmilah perintah puasa dilakukan oleh seluruh Muslim.

Pada Ramadhan orang-orang berlomba-lomba ingin bertemu Lailatur Qadar.

Lantas kapankan Lailatur Qadar dan apa saja tandanya?

Berapa Rakaat Shalat Tahajud Saat Ramadhan 1444 Hijriah? Tata Cara Mengerjakan Shalat Tahajud

Tidak ada satu pun yang tahu waktu terjadinya lailatul qadar karena ini adalah rahasia Allah.

Hanya saja, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan saran agar mencari lailatul qadar di malam-malam ganjil sepuluh hari terakhir bulan Ramadan karena lailatul qadar berpeluang untuk terjadi pada malam-malam tersebut.

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menghidupkan sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

Beliau bersabda, “Carilah malam qadar di malam ganjil pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.” (H.r. Al-Bukhari dan Muslim)

Barang siapa yang tidak mampu beribadah di awal sepuluh malam terakhir, hendaknya tidak ketinggalan untuk beribadah di tujuh malam terakhir.

Dari Ibnu Umar; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Lailatul Qadar,

Malam 17 Ramadhan 1444 Hirjiah Hari Apa? Niat Itikaf di Masjid Saat Malam Nuzulul Quran

“Carilah di sepuluh malam terakhir. Jika ada yang tidak mampu maka jangan sampai ketinggalan ibadah di tujuh malam terakhir.” (H.R. Muslim)

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma; bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang lailatul qadar,

“Dia adalah malam yang indah, sejuk, tidak panas, tidak dingin, di pagi harinya matahari terbit dengan cahaya merah yang tidak terang.” (H.r. Ibnu Khuzaimah; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Satu di antara cara bertemu dengan malam Lailatur Qadar adalah dengan Beriktikaf.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved