Rudiansyah, Perupa Kalbar Dedikasikan Setengah Hidupnya di Dunia Seni
Gaya lukisannya dengan menggambarkan manusia dengan penuh lekukan yang memanjakan mata di ekspresikannya sebagai aliran air.
Penulis: Jovanka Mayank Candri | Editor: Try Juliansyah
Pameran lukisan yang bertema perayaan Imlek, menggiring Rudi menciptakan karya lukisan Tatung dan diapresiasi warga negara asing.
Terlibat menjadi aktivis komunitas perupa Kalbar, ia banyak melakukan kegiatan-kegiatan melukis bersama (on the spot) yang sudah beberapa kali diadakannya.
Dalam waktu dekat ini, untuk yang keempat kalinya akan diadakan acara "Festival Tepi Kapuas menuju Pontianak Zero Stunting" pada tanggal 17 - 19 Maret 2023 di Rumah Budaya, Kampung Caping, Pontianak.
"Saya milih disitu karena ingin mengangkat bahwasanya kehidupan di pinggir tepi kapuas itu memang perlu diangkat, disana akan ada pameran lukisan yang bertemakan kehidupan sosial di Sungai Kapuas," ujarnya.
Ia menganggap berkesenian sudah mendarah daging buat kehidupannya. Menggeluti bidang ini juga ia jadikan sebagai sumber mata pencaharian nya.
Bahkan sebelumnya ia sudah pernah mencoba pekerjaan lain akan tetapi ia merasa panggilan jiwanya tetap pada berkesenian.
"Inilah saya coba kuatkan, pertahankan, bangun apresiasi disini dengan kawan-kawan," sambungnya.
Ia cukup menyayangkan wadah untuk berkesenian di Kalbar sudah semakin sedikit, contohnya seperti Taman Budaya sudah jarang aktif berkegiatan lagir.
Ia merasa nasib-nasib seniman kurang diperhatikan. Akan tetapi, persoalan tersebut tidak menjadi masalah baginya, ia tidak berputus asa dan berjuang bersama teman-teman di Komunitas untuk meningkatkan serta mempertahankan seni di Kalbar.
Terakhir, ia memiliki harapannya terhadap pemerintah agar lebih mengayomi, memerhatikan dan memberikan peluang bagi pegiat seni di Kalbar.
Ia berharap pemerintah memberikan wadah yang layak untuk seniman agar teman-teman seniman lebih semangat berkarya dan mampu hidup dalam bidang ini. Banyak sekali bakat dari putra-putri daerah yang memiliki prestasi di bidang ini.
"Biar regenerasi yang akan datang mereka bisa tumbuh untuk membawa nama baik daerah, jadi harapan kami besar kepada pemerintah, walaupun saat ini kami masih bergerak secara komunitas dan masih mampu untuk memperjuangkan kesenian di Kalbar," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/tripandito-wibowo-160323.jpg)