Breaking News

Rudiansyah, Perupa Kalbar Dedikasikan Setengah Hidupnya di Dunia Seni

Gaya lukisannya dengan menggambarkan manusia dengan penuh lekukan yang memanjakan mata di ekspresikannya sebagai aliran air.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Tri Pandito Wibowo.
Rudiansyah, akrab disapa Rudi Asbount, seorang perupa Kalbar saat ditemui, Kamis 16 Maret 2023. Ia senang menggambar sejak dari SD hingga SMP ke SMA aktif mengikuti ajang perlombaan di masa sekolah sampai ke tingkat nasional cabang lomba seni lukis. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Seorang Perupa Kalimantan Barat Rudiansyah (37) yang akrab disapa Rudi Asbount, lahir 3 Desember 1984 di Desa anjungan Kabupaten Mempawah, hijrah ke kota Pontianak di tahun 1990.

Dirinya telah dedikasikan setengah hidupnya di dunia seni, karena senang menggambar sejak dari sekolah dasar. Sampailah hingga SMP ke SMA aktif mengikuti ajang perlombaan di masa sekolah sampai ke tingkat nasional cabang lomba seni lukis.

Awal mula ia mengikuti pameran perdana di tahun 2000-an, ia dilibatkan oleh senior SMA nya untuk mengikuti pamren tersebut yakni pameran 57 perupa.

Kemudian ia melanglang buana ke pulau Jawa bersama beberapa pelukis senior lainnya. Banyak juga prestasi bidang seni rupa yang telah diraih diantaranya Juara 1 Nasional lomba kompetisi siswa (L.K.S) tahun 2003.

Juga berkesempatan mendapat beasiswa grafis sampai dengan diploma 3, mengenyam pendidikan di poliseni Yogyakarta atas prestasi yang di raih tingkat nasional di tahun 2003, namun tidak selesai karena kurangnya biaya untuk pendidikan, dan akhirnya memutuskan untuk menjadi pelaku seni rupa sampai saat ini.

Baca juga: Gubernur Kalbar Minta Pemkab Sanggau Melakukan Validasi Data untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

"Hingga saat ini saya aktif ikut pameran dalam daerah maupun nasional, membuat jasa lukis apa saja baik itu mural, desain, kria, lainnya sambil berkarier dan usaha alat lukis, menjual kanvas yang diproduksi sendiri beserta easel lukis yang saya produksi sendiri," ungkapnya kepada TribunPontianak.co.id, Kamis 16 Maret 2023.

Ia juga seorang pemilik Bengkel Seni Pontianak yang sudah berdiri sejak 2015. Dengan adanya Bengkel Seni ini, ia bertujuan untuk mencoba memenuhi kebutuhan-kebutuhan para seniman contohnya seperti kanvas.

Ia akui teman-teman pegiat seni di Pontianak memiliki kendala di media kanvas dengan harga terjangkau, ketika pelajar atau pemula yang ingin belajar melukis, mereka dapat membelinya di Bengkel Seni Pontianak.

"Agar komunitas ini bisa berkembang, mereka bisa terbantu untuk peroleh media tersebut dengangarga yang terjangkau mulai dari Rp.10.000 hingga Rp.300.000," ungkapnya

Kali pertama belajar melukis, lukisan nya lebih mengarah pada aliran surealisme. Seiring berjalannya waktu dengan semangat belajar melukis yang tak pernah padam, ia menemukan aliran ekspresionisme dalam lukisannya.

Gaya lukisannya dengan menggambarkan manusia dengan penuh lekukan yang memanjakan mata di ekspresikannya sebagai aliran air.

"Konsep karya saya adalah Air. Air sebagai inspirasi saya adalah objek manusia dengan distorsi membentuk gelombang atau percikan air, ini memberi saya kebebasan dalam seni. Air telah mengajariku mengenal arti hidup yaitu kesabaran, keteguhan hati, kerendahan hati, setiap sosok manusia selalu bergelombang sapuan kuas memberikan irama gelombang air. Saya juga memasukkan elemen elektronik ke dalam pekerjaan saya. Ini merupakan simbol kemajuan ilmu pengetahuan yang telah dicapai oleh manusia. Yang berdampak pada ketergantungan hidup manusia terhadap teknologi. Apakah teknologi ini akan membuat manusia melupakan hakikatnya sebagai makhluk sosial. Itu yang menggelitik saya untuk menggugah kesadaran kita sebagai manusia," ungkapnya.

Selama berkarya, ia sudah melahirkan kurang lebih 100-an karya. Banyak juga karya-karyanya yang di titipkan pada temannya, sebagian juga dipesan oleh orang-orang. Sudah banyak prestasi yang ia raih baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pelukis Kalbar ini mengaku kebanyakan karyanya diminati oleh warga asing, banyak yang menghubunginya tertarik untuk membeli karyanya baik di Facebook maupun di Instagram.

Salah satu karyanya yang berjudul Tatung pernah dibeli warga negara Singapura seharga Rp. 17 juta, saat pagelaran pameran lukisan di Hotel Aston Pontianak tahun 2011.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved