Kadisporar Provinsi Jelaskan Maksud Kunjungan ke Desa-desa Wisata di Kalbar
Kunjungan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas desa melalui kelompok sadar wisata (pokdarwis).
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Provinsi Kalbar Windy Prihastari telah melakukan kunjungan ke beberapa Desa di Kalbar, dalam rangka Pra Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.
Kunjungan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Desa melalui kelompok sadar wisata (pokdarwis).
Beberapa Desa yang telah dikunjungi di antaranya Desa di Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Mempawah, Kota Singkawang, Kabupaten Mempawah dan Bengakayang, dan akan masih terus berlanjut untuk kunjungan ke Desa di kabupaten lainnya di Kalbar.
Kehadiran Windy menyambangi Desa-desa wisata unggulan tersebut, karena berpotensi untuk mendaftar ke ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 baik di tingkat provinsi hingga nasional.
Pada Rabu 8 Maret 2023 kemarin, Windy Prihastari kembali mengunjungi beberapa Desa wisata yang ada di ibu kota Kalbar yakni di Kota Pontianak.
• Kadisporar Provinsi Turun Langsung Dorong Peningkatan Desa Wisata di Kalbar Daftar ADWI Tahun 2023
Tiga kampung wisata dikunjungi mulai dari Kampung Tenun, Kampung Wisata Tambelan Sampit dan Kampung Wisata Caping.
“Ini rangkaian persiapan menuju ADWI 2023 tingkat Provinsi Kalbar maupun nasional, sebelumnya kita juga telah mengunjungi Kabupaten Kapuas Hulu, Kubu Raya, Bengkayang, Sambas, Mempawah dan Kota Singkawang,” ujarnya.
Dirinya menambahkan hingga kini terdata sekitar 4.699 desa se-Indonesia yang mendaftar pada ajang ADWI. Sedangkan untuk di Kalbar sebanyak 86 desa wisata yang sudah terdaftar pada ajang ADWI.
Disporapar Provinsi Kalbar optimis pada 2023 akan semakin banyak desa wisata di Kalbar yang meraih penghargaan dalam ajang ADWI. Terlebih dengan potensi desa-desa wisata di seluruh kabupaten kota yang tersebar di wilayah Provinsi Kalbar.
Windy mendorong dinas pariwisata kabupaten/kota di Provinsi Kalbar agar memberikan perhatian lebih kepada Desa-desa wisata di wilayahnya. Terutama lewat kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan kepala Desa. Pasalnya Kalbar diyakini memiliki potensi yang besar untuk pariwisata.
“Keuntungan saat kita masuk dalam jaringan Desa wisata kita dapat promosi secara bersama secara nasional oleh Kemenparekraf, lalu dukungan event yang akan diberikan kepada Desa wisata dari Kemenparekraf,” jelasnya.
Windy mengungkapkan tiga kampung wisata yang dikunjunginya di Kota Pontianak, masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Misalnya di Kampung Wisata Tenun yang memiliki keunikan suvenir tenun dari bahan baku alami yakni kulit jengkol. Suvenir tenun dari kulit jengkol tersebut bahkan telah terjual hingga ke Belanda, lalu bakal dipromosikan ke Qatar.
Kemudian Kampung Wisata Tambelan Sampit punya keunikan tersendiri, di antaranya melihat pembuatan tar dan penampilan tundang. Lalu makan besaprah serta melihat berbagai atraksi wisata dengan suvenir khas Kota Pontianak. Saat kunjungan tersebut turut kedatangan pemerhati dan praktisi pariwisata nasional.
• Dinas Pariwisata Optimis Danau Sebedang Raih ADWI 2023
Pada kegiatan ini, Disporapar Kalbar juga kedatangan Ari Suhandi selaku pemerhati dan praktisi pariwisata se-Indonesia, yang juga Wakil Ketua Asia Eco Tourism Network, serta Dewan Global Eco Tourism Network.
“Mudah-mudahan dengan masukan dari Bapak Ari bisa menambah dan melengkapi kesempurnaan pembangunan Desa wisata di Provinsi Kalbar,” harap Windy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/I-Ketut-Sukarja-mendampingi-Kadis-Pariwisata-23wedfd.jpg)