Viral Data PeduliLindungi Dihapus hingga Nasib Sertifikat Vaksin Milik Masyarakat

Ramai dibahas soal data aplikasi PeduliLindungi yang sempat dikabarkan hilang hingga nasib sertifikat vaksin milik masyarakat.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Rizky Zulham
NET/Google
Ilustrasi - Viral Data PeduliLindungi Dihapus dan Nasib Sertifikat Vaksin Milik Masyarakat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ramai dibahas soal data aplikasi PeduliLindungi yang sempat dikabarkan hilang hingga nasib sertifikat vaksin milik masyarakat.

Namun, hal ini sebelumnya sudah pernah dibantah oleh Chief Digital Transformation Office Kemenkes RI, Setiaji yang menyebutkan data masyarakat di aplikasi PeduliLindungi tidak hilang ataupun bocor.

“Bukan hilang atau bocor, tapi penggunaan hariannya berkurang,” kata Setiaji beberapa waktu lalu.

Setiaji mengungkapkan, penurunan penggunaan aplikasi PeduliLindungi terjadi sering dengan penurunan kasus Covid-19 di tanah air.

“Pada saat Covid-19, bisa 8 juta per hari (penggunaan aplikasi), dan sekarang 2-3 juta per hari (60 juta sebulan),” ujar dia.

Syarat Baru Perjalanan Mulai Maret 2023 Pasca Aplikasi PeduliLindungi Resmi Dihapus

Sebagai informasi, aplikasi PeduliLindungi merupakan bentuk konsolidasi pemerintah dalam memastikan sistem single data, termasuk dalam hal ketepatan penyaluran program pemerintah. Setiaji memastikan, data masarakat yang ada di aplikasi PeduliLindungi aman.

“Data di aplikasi PeduliLindungi dipastikan aman,” tegas dia.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan juga mengatakan, penurunan penggunaan aplikasi PeduliLindungi akibat kasus Covid-19 yang mulai mereda.

“Tidak ada yang hilang, yang ada penurunan penggunaan PeduliLindungi karena Covid-19 sudah reda,” ujat Samuel.

Penjelasan Resmi Erick Thohir

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, data PeduliLindungi hilang terjadi setelah kasus Covid-19 turun. Padahal, aplikasi tersebut telah menyimpan 60 juta data masyarakat saat terjadinya Covid-19.

“PeduliLindungi kita pakai sampai 60 juta, tapi ini Covid-19 mulai hilang, hilang lagi itu data. Padahal ini momentum yang luar biasa,” ujar Erick beberapa waktu lalu..

Dalam kesempatan itu, Erick Thohir mengatakan, dalam melakukan konsolidasi data, penting untuk melakukannya bersama-sama.

Jangan Kaget! Aplikasi PeduliLindungi Kini Berubah Satu Sehat Mobile dan Nasib Pengguna

Dia mengatakan, dengan program yang banyak saat ini, Indonesia belum memiliki 1 single data.

“Program kita terlalu banyak, semua Kementerian punya, CSR punya, tetapi kita tidak punya 1 single data. Semuanya punya data masing-masing," lanjut dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved