Contoh Kerangka Teori dan Cara Membuat Kerangka Teori
Kerangka teori memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam membantu penulis ketika menyusun karya dan bagian lainnya.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Maudy Asri Gita Utami
2. Menyatukan Seluruh Bagian pada Penelitian
Fungsi dan manfaat kedua dari penyusunan kerangka teori dalam penelitian adalah membantu menyatukan seluruh bagian penelitian tersebut. Kerangka teori membantu menyusun seluruh data yang saling berhubungan dan membantu merumuskan kesimpulan. Sehingga memudahkan peneliti dalam menyusun laporan penelitian dan juga mendapatkan hasil penelitian.
3. Membantu Menggambarkan Latar Belakang
Menyusun kerangka teori dalam melakukan penelitian membantu peneliti untuk menjelaskan latar belakang. Artinya, peneliti sekaligus penulis bisa memaparkan alasan kenapa topik penelitian dipilih dan dilakukan.
• Contoh Surat Lamaran Kerja untuk Bidan di Puskesmas dan Klinik Umum
4. Menjadi Pembatas pada Penelitian
Kerangka teori juga berperan penting menjadi pembatas masalah, atau bisa dikatakan sebagai batasan terhadap topik penelitian. Supaya tidak melebar dan tidak fokus, maka di kerangka teori dijelaskan mengenai topik utama.
5. Berisi Informasi Mengenai Metode Penelitian
Menyusun kerangka karangan juga membantu peneliti menjelaskan metode penelitian yang dilakukan. Apakah termasuk metode kualitatif, kuantitatif, atau metode gabungan dari keduanya. Hal ini membantu peneliti menggunakan alat bantu yang sesuai untuk observasi dan pengumpulan data. Sekaligus memberi informasi kepada pembaca laporan penelitian mengenai metode yang digunakan.
(*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Contoh-Kerangka-Teori.jpg)