Menilik Cara Pemprov Kalbar Beri Pelayanan Terbaik ke Pasien Kanker Anak
Dikatakannya, bahwa jika melihat data secara nasional sebanyak 10 persen kasus kanker yang terjadi adalah kasus kanker pada anak.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Plt Direktur RSUD dr Soedarso Pontianak, Hary Agung, menyampaikan kasus penderita kanker anak, khususnya yang mendapatkan perawatan di RSUD Soedarso Pontianak, baik yang menjalani rawat jalan maupun rawat inap setiap tahunnya meningkat.
Hary menyampaikan bahwa pasien dengan kasus kanker pada anak yang menjalankan perawatan untuk rawat inap dan rawat jalan di RSUD Soedarso Pontianak, pada tahun 2020 ada 34 pasien.
Lalu di tahun 2021 sebanyak 44 pasien dan tahun 2022 ada 99 pasien. Sedangkan di tahun 2023 sampai saat ini ada sekitar 50 pasien anak dengan kasus kanker anak.
Dikatakannya, bahwa jika melihat data secara nasional sebanyak 10 persen kasus kanker yang terjadi adalah kasus kanker pada anak.
“Sedangkan untuk persentase kasus kanker pada anak sebesar 8,96 persen dari total penderita kanker yang di rawat di RSUD dr Soedarso dan 6,62 persen dari total pasien kanker yang berobat rawat jalan pada tahun 2022,” ujarnya saat ditemui usai Peringatan Hari Kanker Anak Sedunia atau International Childhood Cancer Day (ICCD) di RSUD Soedarso Pontianak, Kamis 16 Februari.
• Di 2023 Ini Sudah Ada 50 Pasien Dengan Penyakit Kanker Anak Dirawat di RSUD Soedarso Pontianak
Hary menjelaskan bahwa Peringatan Hari Kanker ini ada dua, yang pertama memperingati hari kanker sedunia, kedua adalah memperingati hari kanker anak.
“Kenapa kali ini acara dikhususkan untuk penderita kanker anak, sebab memang pertama kita perlu mengkampanyekan terus -menerus untuk meningkatkan pemahaman masyarakat secara luas terkait kanker anak,” ungkapnya.
Bahwa kanker itu tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi banyak kasus kasus ini terkena pada anak. Selain mengkampanyekan pada masyarakat, yang terpenting adalah melakukan deteksi dini. Sehingga dengan demikian masyarakat dapat memahami dan waspada terhadap deteksi dini sebagai pencegahan penyakit kanker ini.
Kemudian segera memeriksakan anaknya pada pelayanan kesehatan tetapi juga fasilitas Kesehatan, dan ini diperkuat untuk kemampuan deteksi dini pada kanker ini.
“Kita juga harapan dengan dilakukannya kampanye ini masalah penanganan kanker pada anak ini juga perlu diperhatikan baik oleh Pemda, Pemkot, Pemprov dan semua stakeholder yang ikut peduli terhadap pada penderita kanker anak ini,” ungkapnya.
Banyak yang bisa diperankan bukan hanya pemangku kebijakan, tetapi secara luas juga sangat punya peran besar dalam upaya penanganan kanker anak.
“Contoh misalnya kanker leukemia atau kanker darah pada anak, itu membutuhkan donor darah yang rutin. Nah ini masyarakat semuanya juga bisa membantu, mensupport anak-anak kita dalam penanganan pengobatan kanker ini,” ungkapnya.
Hal seperti inilah dikatakannya yang perlu diperhatikan oleh semua sampai kepada masyarakat, juga termasuk di RSUD Soedarso, dan Dinas Kesehatan dalam upaya peningkatan pelayanan untuk kanker. Sebab dikatakannya, pelayanan cancer adalah salah satu layanan prioritas rujukan nasional di RSUD Soedarso selain jantung, stroke, dan ginjal.
Hary menyampaikan tahun ini rencananya RSUD Soedarso akan tingkatkan fasilitas unit pelayanan rawat inap terpadu anak. Yang mana akan dibangun dengan 100 tempat tidur.
“Jadi semua layanan anak terpadu, dan nanti akan kita lakukan di gedung baru. Insyaallah tahun ini sedang direncanakan untuk pembangunannya. Jadi penanganan anak ini selain ada standarisasi ruangan yang dibutuhkan, termasuk ada ruangan isolasi anak,karena ini kan masih terpisah-pisah, nah ini yang akan kita jadikan satu terpadu,” ungkapnya.
Jadi terkait pelayanan anak di RSUD Soedarso akan dijadikan layanan satu terpadu. Dari berbagai jenis layanan yang akan ditempatkan di satu gedung terpadu, termasuk nanti pelayanan kanker, isolasi, serta ada pelayanan untuk penyakit menular pada anak.
“Nanti juga akan didukung dengan desain interior yang memang untuk anak-anak, insyaallah tahun ini akan dibangun dan di akhir tahun ini juga kita harapkan selesai dan bisa kita gunakan,” pungkasnya.
• Sekda Harisson Minta Berikan Pelayanan Terbaik untuk Penderita Kanker di RSUD Soedarso Pontianak
Hary Agung Tjahyadi mengungkapkan, pasien kanker anak yang mendapat pelayanan di RSUD dr Soedarso setiap tahun meningkat. Menurut Hary, pada 2020 ada 34 pasien rawat inap dan rawat jalan. Jumlah ini meningkat di 2021 menjadi 44 pasien.
Setahun berikutnya, di 2022, jumlah pasien anak mencapai 99 orang. Sementara di 2023 sampai saat ini ada sekitar 50 anak yang menjalani perawatan.
Hary mengatakan, persentase kasus kanker pada anak adalah 8,96 persen dari total penderita kanker yang dirawat di RSUD dr. Soedarso. Sebanyak 6,62 persen di antaranya berobat rawat jalan pada tahun 2022 dari total pasien kanker.
Adapun jenis kanker terbanyak saat ini, dengan persentase 75 persen adalah leukemia, retinoblastoma Lymphoma baik non hodkin maupun hodkin, dan Neuroblastoma C.
Sejauh ini ada beberapa anak yang sudah menyelesaikan protokol kemoterapi.
"Mereka tetap dimonitor sampai 5 tahun kedepan, hingga dinyatakan mendapat kesembuhan," jelasnya.
Pelayanan untuk pasien kanker terutama pada anak adalah sistemik atau kemoterapi. Sarana dan prasarana tindakan Terapi Ruang Rawat Kemoterapi di RSUD dr. Soedarso memiliki 20 ruang rawat inap.
Soedarso saat ini memiliki 6 dokter spesalis yang melayani kasus kanker pada anak. Dokter ini disupervsisi RS Kanker Darmais melalui Perjanjian Kerja Sama. Hary mengatakan, tahun ini pihaknya akan kembali meningkatkan fasilitas unit pelayanan rawat inap terpadu anak.
"Akan dibangun 100 tempat tidur. Jadi semua pelayanan anak akan diarahkan ke gedung baru. Insyaallah tahun ini dibangun," katanya.
Menurutnya, kanker pada masa anak-anak dapat dicegah. Ada beragam cara yang bisa dilakukan diantaranya memperhatikan protokol kesehatan sejak dini. Memperhatikan gizi, diagnosis yang tepat waktu dan akurat, ketersediaan dan akses ke obat-obatan penting yang berkualitas serta pengobatan dan perawatan yang tepat.
Sekda: Rujukan Nasional
Sementara itu Sekda Kalbar, Harrison, menyatakan Kalimantan Barat sudah memiliki RSUD Soedarso yang menjadi rumah sakit rujukan nasional. Pemerintah akan terus meningkatkan sarana dan prasarana untuk pelayanan perawatan anak-anak pejuang kanker maupun penyakit lain.
"Saya berharap agar RS Soedarso dan seluruh petugas kesehatan tetap berikan layanan yang terbaik. Pelayanan penuh dengan empati, kesabaran, penuh senyum,penuh dengan kepedulian agar mereka terus bersemangat mengikuti rangkaian protokol pengobatan," kata Harisson.
Seperti diketahui setiap 15 Februari telah ditetapkan sebagai Hari Kanker Anak Sedunia atau International Childhood Cancer Day (ICCD). Pada peringatan ICCD tahun 2023, Sektetaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalbar Harisson turut berbagi kebahagiaan bersama anak-anak pengidap kanker yang sedang dirawat di RSUD Soedarso Pontianak, Kamis 16 Februari 2023.
Anak-anak yang sedang menjalani perawatan untuk penyakit kanker di RSUD Soedarso Pontianak ini, mendapatkan berbagai keistimewaan dari para dokter hingga perawat di RSUD Soedarso Pontianak, dengan melibatkan mereka pada acara ICCD tahun 2023.
Para anak-anak penderita kanker ini juga mendapat semangat langsung untuk terus bangkit melawan rasa sakit, dan mengajak mereka membuang rasa takut yang ada.
Sekda bahkan tampak melihat langsung beberapa kondisi pasien anak yang dirawat di Ruang khusus perawatan untuk penyakit kanker di RSUD Soedarso Pontianak.
• Gubernur Sutarmidji Lantik Dua Wadir RSUD Soedarso Pontianak
Harisson menyampaikan memang diketahui kasus-kasus kanker ini setiap tahunnya selalu meningkat. Tentu dalam kasus ini sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi diantaranya faktor lingkungan, pola perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan.
“Pemprov Kalbar terus bertekad untuk mempromosikan, mensosialisasikan tentang kanker ini dan kita berupaya untuk mendeteksi sejak dini penyakit kanker pada anak ini supaya mereka dapat selanjutnya kita adakan pengobatan perawatan lebih komprehensif,” ujarnya kepada awak media saat ditemui di RSUD Soedarso Pontianak.
Dalam hal ini, Pemprov Kalbar juga telah mempunyai RSUD Soedarso yang menjadi rumah sakit rujukan nasional, yang mana dari segi pelayanan rs ini juga terus melakukan peningkatan ke arah yang semakin baik.
“Kita akan terus tingkatkan sarana dan prasarana untuk pelayanan perawatan anak-anak dengan kanker ini, maupun penyakit penyakit lainnya,” ujar Harisson.
Harisson juga berharap, agar RSUD Soedarso dan seluruh petugas kesehatan yang melayani pasien-pasien kanker anak atau seluruh pasien itu harus tetap memberikan pelayanan yang terbaik, pelayanan yang penuh dengan empati, kesabaran, penuh dengan senyum, kepedulian.
Pelayanan yang seperti itu tentu perlu diberikan kepada mereka penderita ini supaya terus bersemangat untuk mengikuti rangkaian pengobatan kanker, sebab dikatakannya untuk pengobatan kanker ini membutuhkan waktu yang lama.
“Sehingga diharapkan nanti para penderita bisa sembuh dan dapat menjalani kehidupannya dengan ceria untuk anak-anak ini,” ucapnya.
Harisson menambahkan bahwa untuk pengobatan penyakit kanker ini biasanya berlangsung lama, dan cenderung membuat orang tua harus pulang pergi ke rumah sakit untuk berobat.
“Tentu ini memerlukan biaya diluar BPJS untuk mereka makan dan minum, bahkan transportasi, yang mungkin cenderung menjadi beban mereka. Maka dari itu pesan saya untuk perawat,petugas, dan dokter harus menaruh rasa simpati dengan memberikan pelayanan terbaik untuk mereka (penderita kanker),” pungkasnya.
• Dinkes Kalbar-RSUD Soedarso Gelar Webinar Kesehatan, Ajak Masyarakat Kenali Kanker Sejak Dini
37 Kasus di Sambas
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dr Ganjar Eko Prabowo mengungkapkan sejak 2022 hingga 2023 ini tercatat 37 orang anak menderita kanker di Kabupaten Sambas.
"Jumlah penderita kanker anak di Kabupaten Sambas tahun 2022 sampai dengan sekarang 37 orang," jelas dr Ganjar Eko Prabowo, Kamis 16 Februari 2023.
Ganjar Eko Prabowo merincikan terdapat enam jenis kanker yang sering menyerang anak-anak di antaranya adalah leukemia, retinoblastoma, osteosarkoma, neuroblastoma, limfoma maligna, dan karsinoma nasofaring.
Sedangkan lebih jauh, dia menyebutkan angka kematian akibat kanker anak mencapai 50-60 persen. Dia menjelaskan, karena umumnya penderita datang terlambat saat berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan.
"Data Kementerian Kesehata RI Tahun 2018 menunjukan prevalensi penderita kanker pada anak usia 0-14 tahun adalah sekitar 2 persen dari semua kejadian kanker," ucapnya.
Dia menerangkan, berdasarkan data WHO, terdapat 8.677 anak di Indonesia yang berusia 0-14 tahun menderita kanker pada Tahun 2020.
"Selain itu, Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) Tahun 2018 menunjukan leukemia atau kanker darah menjadi jenis kanker terbanyak yang dialami oleh anak-anak," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/RSUD-dr-Soedarso-menggelar-peringatan-Hari-Kanker-Anak-1.jpg)