Jehovalena Jocellyne Pianis Cilik Asal Pontianak Raih Penghargaan MURI

"Usia 3 bulan JJ sudah mulai memainkan tuts piano walau masih sekedar asal bunyi saja, dan usia 1 tahun JJ mulai mengenal nada," katanya kepada tribun

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERLIANUS TEDI YAHYA
Jehovalena Jocellyne atau yang lebih akrab dipanggil JJ yang berhasil memecahkan Rekor MURI sebagai 'Pianist Perempuan Termuda yang Memainkan Dua Alat Musik Tanpa Henti Terlama' saat berusia 7 tahun, dengan No. 10754/R.MURI/XII/2022, pada 13 Desember 2022 lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Jehovalena Jocellyne atau yang lebih akrab dipanggil JJ berhasil memecahkan Rekor MURI sebagai 'Pianist Perempuan Termuda yang Memainkan Dua Alat Musik Tanpa Henti Terlama' saat berusia 7 tahun, dengan No. 10754/R.MURI/XII/2022, pada 13 Desember 2022 lalu.

Penghargaan ini diberikan kepada JJ setelah menggelar konser tunggalnya di Hotel 95 Pontianak, yang mana pada saat itu JJ memainkan sebanyak 56 lagu secara berturut-turut dengan dua alat musik, yakni piano dan biola dalam jangka waktu 2 jam tanpa henti.

Orang tua JJ, Widya menjelaskan sejak masih didalam kandungan orang tuanya sudah mulai mendengarkan nada-nada piano dan pada usia 3 bulan Widya juga sudah memperkenalkan bagian dari alat musik piano.

"Usia 3 bulan JJ sudah mulai memainkan tuts piano walau masih sekedar asal bunyi saja, dan usia 1 tahun JJ mulai mengenal nada," katanya kepada tribunpontianak.co.id, pada Minggu 12 Februari 2023.

Pada usia 1 tahunan JJ juga sudah mulai tampil dalam acara non kompetisi, sedangkan mulai mengikuti kompetisi piano pada usia 4 tahun.

Sah, Sanksi dan Aturan Baru MinyaKita dan Minyak Goreng Curah Kini Dibatasi 2 Liter Per Orang

"Kompetisi pertama JJ itu usia 4 tahun, tapi waktu itu tidak juara, karena datang terlambat tetapi sama panitia diperbolehkan tampil dan karena penampilan JJ bagus jadi tetap diberikan piala," jelasnya.

Selain meraih Rekor MURI, JJ juga sebelumnya sudah banyak meraih prestasi dalam dunia musik khususnya piano.

"JJ beberapa kali ikut kompetisi dan ada beberapa yang meraih juara satu, seperti pada kompetisi Indonesia Open Competition 2020, kemudian Rhapsody Nasional Open Piano Competition 2020, pada tahun 2021 meraih juara 3 dalam kategori Kids Talent dalam Medici Internasional Musik Competition yang diadakan 8 MC Musik Management Barcelona Spanyol, kemudian di tahun 2022 masuk lima besar di Hongkong Internasional Youth Performing Arts Festival, pernah juga menjadi the winner of Ananda Sukarlan Do Mi Sol Variations Competition 2022, dan terakhir pada Desember 2022 berhasil memecahkan Rekor MURI ini, "jelasnya.

Tak hanya itu, Widya juga menjelaskan anak semata wayangnya ini juga telah meraih banyak sekali penghargaan, yakni lebih dari 50 sertifikat yang JJ miliki dan menjelaskan prosesnya sehingga dapat meraih Rekor MURI.

"Kalau untuk Rekor MURI ini sendiri berawal dari konser tunggal JJ yang digelar di Hotel 95, kemudian setelah itu kita mendapatkan saran dari rekan-rekan atas kemampuan JJ yang terbilang cukup langka yaitu dapat memainkan banyak lagu namun tidak dia bingung," katanya.

"Kemudian kita mengirimkan keseluruhan dokumentasi rangkaian acara kita ini tadi ke MURI, setelah itu dari pihak MURI memverifikasi atas kelayakan acara ini, apakah layak untuk masuk MURI, selanjutnya pada bulan Desember 2022 lalu, JJ dinyatakan lolos dan mendapatkan rekor sebagai Pianist Perempuan Termuda yang Memainkan Dua Alat Musik Tanpa Henti Terlama," tambahnya.

Annisa Maharani Hadirkan Kampung Literasi untuk Masyarakat Kota Pontianak

Di sisi lain, Widya juga menjelaskan dalam kesehariannya JJ sama seperti anak-anak seusianya yang masih senang bermain dan juga memiliki kesenangan tersendiri dalam dunia membaca dan menggambar.

"Selain musik, JJ itu juga senang sekali membaca, kalau jalan ke Mall itu dia selalu minta dibelikan buku," katanya.

Widya juga berharap kepada pemerintah kota Pontianak untuk lebih memperhatikan talenta anak-anak yang tinggal di Pontianak, walau darimana anak tersebut berasal dan tanpa pandang bulu.

"Saya berharap kepada pemerintah Kota Pontianak pada khususnya untuk mendukung dan mensuport talenta anak-anak di bidang apapun, tidak hanya bidang akademik saja tapi juga non akademik, tanpa membedakan darimana anak tersebut berasal, dimana anak tersebut bersekolah, selama anak tersebut masih tinggal di wilayah Kota Pontianak dan mampu mengharumkan nama Kota Pontianak, saya rasa semua anak yang tinggal di Pontianak layak mendapat apresiasi," katanya.

"Anak-anak adalah generasi penerus bangsa Indonesia, jangan sampai suatu saat justru diapresiasi negara lain. Mari kita semua ikut mendukung talenta anak anak Indonesia sesuai bidangnya masing masing agar bangsa ini semakin maju " tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved