Breaking News

Banjir Genang RSUD Abdul Aziz Singkawang hingga 30 Desa di Sambas

Menurut Direktur RSUD Abdul Aziz Singkawang, dr Achmad Hardin, ketinggian genangan air yang terjadi di rumah sakit, tidak separah genangan sebelumnya.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus
Banjir merendam sekolah di Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, dengan ketinggian mencapai pinggul orang dewasa pada Minggu 29 Januari 2023 lalu. Hingga hari ini Selasa 31 Januari 2023 siswa melakukan pembelajaran dari rumah akibat banjir yang terus menggenang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Aziz Kota Singkawang sempat terdampak banjir yang terjadi di Kota Singkawang pada Selasa 31 Januari 2023 malam kemarin.

Menurut Direktur RSUD Abdul Aziz Singkawang, dr Achmad Hardin, ketinggian genangan air yang terjadi di rumah sakit, tidak separah genangan sebelumnya.

"Betul malam tadi sempat terdampak genangan banjir, namun tidak setinggi banjir sebelum-sebelumnya," terang dr Achmad Hardin, Rabu 1 Februari 2023.

Meski tidak sampai harus mengevakuasi pasien, namun genangan air yang terjadi di berberapa Bangsal RSUD Abdul Aziz ini tentu saja harus diatasi segera.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Singkawang memang sudah berencana untuk merevitalisasi bangunan RSUD Adbul Aziz ini, selain untuk meningkatkan pelayanan, juga sebagai langkah antisipasi banjir yang terjadi di rumah sakit yang meraih penghargaan Paripurna Bintang Lima ini.

Kembali Terdampak Banjir, RSUD Abdul Aziz Singkawang Perlu Revitalisasi Secepatnya

Pasalnya berberapa bangunan yang terdampak genangan banjir, merupakan bangunan tua yang belum pernah dijamah pembangunan, sehingga memiliki lantai yang rendah, tak ayal apabila banjir terjadi, bangunan lama ini di RSUD Abdul Aziz ini juga ikut terendam.

Menurut dr Achmad Hardin, revitalisasi menyeluruh bangunan RSUD Abdul Aziz Kota Singkawang memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, yakni sekitar Rp 395 miliar.

"Pembangunan revitalisasi rumah sakit tetap pada lokasi yang sudah ada. Jadi, tidak dipindah ke lokasi baru. Dimana konsep bangunannya vertikal atau bertingkat ke atas dan konsep pembangunannya dilakukan per segmen bangunan. Dilakukan per segmen supaya tidak mengganggu aktivitas pelayanan kesehatan lainnya," jelasnya.

Untuk diketahui, pada September 2022 lalu, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji sempat menyampaikan dukungannya terhadap program Revitalisasi RSUD Abdul Aziz Singkawang ini.

Banjir di Sambas Rendam 3.716 Rumah, 37.344 Jiwa Terdampak, Terparah di Kecamatan Tangaran

37 Ribu Warga Sambas Terdampak Banjir

Di sisi lain, per Rabu 1 Februari 2023, sejumlah titik di Kabupaten Sambas dilaporkan masih terendam banjir.

Berdasarkan data yang disampaikan Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalbar, Daniel, setidaknya terdapat 30 Desa di 7 Kecamatan, Kabupaten Sambas yang masih terendam banjir.

Adapun 7 Kecamatan tersebut adalah, Kecamatan Paloh, Kecamatan Tangaran, Kecamatan Teluk Keramat, Kecamatan Galing, Kecamatan Jawai Selatan, Kecamatan Sambas, dan Kec Jawai.

Banjir dikabarkan merendam sebanyak 3.716 rumah warga, dengan jumlah warga terdampak 37.344 jiwa dari 10.885 KK.

Dari total jumlah tersebut, Kecamatan Tangaran menjadi daerah paling terdampak. Banjir merendam di 7 Desa dan 1.474 rumah, dengan jumlah warga terdampak terdata sebanyak 12.917 jiwa dari 3.870 KK.

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved