Doa Katolik

Apa itu Puasa dan Pantang Katolik? Bagaimana Aturan Puasa dan Pantang Katolik?

Puasa dan pantang Katolik dilakukan selama masa Prapaskah menuju Paskah. Puasa dan pantang ini dimulai sejak Misa Hari Rabu Abu.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Puasa dan Pantang Katolik. Puasa dan pantang Katolik dilakukan selama masa Prapaskah menuju Paskah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Puasa dan pantang Katolik dilakukan selama masa Prapaskah menuju Paskah.

Puasa dan pantang ini dimulai sejak Misa Hari Rabu Abu.

Tahun ini Rabu Abu jatuh pada 22 Februari 2023.

Dalam tradisi Gereja Katolik, Puasa dan pantang merupakan tindakan sukarela tidak makan atau minum apa pun atau sebagian.

Dalam arti mengurangi makan dan minum dari kebiasaan sehari-hari.

Darimana Asal Abu di Hari Rabu Abu? Mengapa Abu Dioles Pada Dahi Umat Katolik?

Secara kejiwaan, Puasa dan pantang memurnikan hati orang dan mempermudah pemusatan perhatian waktu bersemadi dan berdoa.

Puasa dan pantang juga dapat merupakan korban atau persembahan.

Puasa dan pantnag disebut juga doa dengan tubuh.

Hal ini karena dengan Puasa dan pantang orang menata hidup dan tingkah laku rohaninya.

Dengan Puasa dan pantang pula orang mengungkapkan rasa lapar akan Tuhan dan kehendakNya.

Mereka yang Puasa dan pantang mengorbankan kesenangan dan keuntungan sesaat, dengan penuh syukur atas kelimpahan karunia Tuhan.

Mereka juga mengurangi keserakahan dan mewujudkan penyesalan atas dosa-dosanya di masa lampau.

Dengan Puasa dan pantang orang menemukan diri yang sebenarnya untuk membangun pribadi yang selaras.

Puasa dan pantang membebaskan diri dari ketergantungan jasmani dan ketidakseimbangan emosi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved