LTKL Gencar Kenalkan Laboratorium Bestari ke Generasi Muda di Sintang
Laboratorium yang diberi nama Laboratorium Bestari ini melakukan penelitian awal seputar ikan, khusunya keluarga ikan channidae atau ikan gabus-gabusa
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Laboratorium Lestari mulai dikenalkan ke khalayak luas. Terakhir, mitra pembangunan Kabupaten Sintang, Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) bersama dengan Agrapana mengenalkan laboratorium olahraga produk turunan ikan gabus ini mejeng di Kelam Tourism Festival.
Natalia Desy, Juru bicara LTKL mengatakan lewat keikutsertaan di sejumlah event pihaknya ingin menunjukkan ke masyarakat potensi alam Sintang khususnya ikan toman dan gabus dan sejenisnya itu kaya manfaat, juga bisa diolah menajdi banyak hal.
"Ndak melulu jadi lauk. direbus, digoreng atau dibakar saja. Bisa juga jadi tepung ikan yang kemudian dipakai sebagai bahan roti atau kue bernilai protein tinggi, juga bisa untuk obat mempercepat penyembuhan luka, yaitu albuminnya. Selain itu, kita juga mau mengenalkan bahwa riset laboratorium itu fun. Kita berharap para pelajar yang datang berkunjung bisa tertarik untuk ikut melakukan berbagai riset dengan berkolaborasi bersama Bestari Sintang,” ujar Desy, Kamis 29 Desember 2022.
Laboratorium yang diberi nama Laboratorium Bestari ini melakukan penelitian awal seputar ikan, khusunya keluarga ikan channidae atau ikan gabus-gabusan, termasuk ikan toman, runtuk, delak dan sejenisnya.
• Stok Beras dan Gula Aman Hingga Maret 2023 di Sintang
Seperti diketahui, pengolahan produk turunan dari ikan gabus dan toman saat ini menjadi salah satu upaya gotong royong yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sintang.
Inisiatif pengolahan ikan gabus dan toman ini adalah kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sintang dengan beberapa mitra seperti Laboratorium Inovasi Bestari yang berfokus pada riset dan pengembangan produk olahan serta Koperasi Jemelak Lestari yang berperan sebagai UMKM baru dalam menghasilkan produk bernilai tambah dari olahan tepung ikan yang dihasilkan Laboratorium Inovasi Bestari.
Beberapa terobosan seperti pengolahan produk turun berbahan ikan gabus, toman dan bahan berbasis alam tersebut adalah upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang untuk mewujudkan konsep Sintang Lestari.
"Konsep ini sejalan dengan pendekatan communature yang mencoba untuk menghubungkan perlindungan hutan dan ekosistem alam sebagai salah satu cara untuk menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," beber Desy.
• Tangani 10 Kasus Korupsi Sepanjang Tahun 2022, Kejari Sintang Peringkat 3 se Kalbar
Laboratorium Bestari ini sudah beroperasi sejak bulan Juni lalu. Dengan beranggotakan 5 orang tim ini sudah melakukan penelitian kandungan albumin pada 3 dari 5 jenis ikan keluarga channidae yang ada di Sintang. Sejauh ini hasil yang diperoleh menunjukkan kualitas yang baik dan memenuhi standar nasional Indonesia (SNI). Nilai albumin tertinggi dimiliki oleh ikan Kerandang, kemudian toman dan terakhir gabus. Untuk ikan runtuk dan chanamaru, tim laboratorium belum berhasil mendapatkan contoh ikannya.
"Sementara itu Laboratorium juga telah berhasil membuat olahan tepung ikan yang bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kue. Bekerja sama dengan Koperasi Jemelak Lestari (Jelas) laboratorium sudah mencoba membuat kue semprong dan kembang goyang menggunakan campuran tepung ikan toman dan ikan gabus. Selain itu ada juga protein bite yang bisa menjadi cemilan sehat," ungkap Desy.
Bupati Sintang, Jarot Winarno mengapresiasi peran LTKL dan Laboratorium Bestari besutan Agrapana.
“Sintang itukan saat ini jadi ketua LTKL, jadi terobosan – terobosan, inovasi yang mencerminkan komitmen kita pada pelestarian lingkungan sekaligus mensejahterakan masyarakat itu sangat didukung oleh pemerintah. Seperti yang dibuat oleh LTKL dan Agrapana lewat laboratorium ini, kita jadi tau toman yang banyak dipasar itu bisa dibuat macam-macam dan enak juga bisa ngasilkan duit. Nah kegiatan seperti ini harus kita smapaikan ke masyarakat, biar orang tahu, salah satunya ya lewat pameran di ajang kelam tourism festival,” kata Jarot. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Sejumlah-pelajar-melihat-proses-kerja-di-laboratorium-mini-345trf.jpg)