Pola Hidup Sehat

Catatan untuk Penderita GERD yang Harus Dihindari, Apa Saja?

Prinsip pengobatan dari GERD adalah modifikasi gaya hidup dan mengontrol sekresi asam lambung dengan menggunakan medikamentosa, serta tindakan bedah

Instagram
Prinsip pengobatan dari GERD adalah modifikasi gaya hidup dan mengontrol sekresi asam lambung dengan menggunakan medikamentosa, serta tindakan pembedahan bila diperlukan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Munculnya penyakit asam lambung bisa saja karena terlalu sering mengabaiakn pola makan dan hidup sehat.

Kita tahu, bahwa hampir semua gejala GERD dan asam lambung bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak dan orang dewasa.

Pasalnya, jika kamu sudah terkena GERD dan asam lambung atau maag, penting untuk menjaga kesehatan dalam mengatur waktu makan dan gaya hidup.

Satu diantaranya ialah menghindari makanan junkfood, merokok, dan alkohol. Hal itu menjadi penyebab naiknya asam lambung.

Asam lambung juga tidak akan muncul jika kamu sering berolahraga.

Gejala Asam Lambung dan GERD Dampak dari Kondisi Mental, Berikut Cara Mengatasinya

Maka dari itu, mengapa ahli diet menyarankan agar memperhatikan asupan dan waktu makan, sekaligus mampu memperbaiki kondisi lambung dan tubuh yang sehat.

Seseorang yang terkena GERD akan merasakan mual, muntah, serta nyeri dada.

Tentunya hal tersebut bakal mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu penyebab GERD yaitu dipicu stres.

Organ pencernaan manusia bergerak dipengaruhi oleh empat faktor, di antaranya:

  1. Gerakan spontan, seperti bernapas.
  2. Hormon
  3. Saraf atau neuron
  4. Neuromoral atau saraf-saraf yang bertanggungjawab terhadap perilaku moral.

Ciri-ciri GERD yang Ditimbulkan dari Stres, Hingga Cara Mengobati

Rasa panas terbakar dari ulu hati dan naik ke arah dada atau heartburn dan regurgitasi yaitu berupa rasa asam dan pahit di lidah merupakan gejala klinis tipikal yang paling sering timbul pada GERD.

Gejala atipikal berupa nyeri ulu hati, nyeri dada, air liur berlebih, kesulitan menelan, nyeri ketika menelan, begah, rasa cepat kenyang, sendawa, mual, muntah, suara parau, dan batuk kronis.

Evaluasi tanda bahaya seperti adanya anemia, perdarahan saluran cerna, penurunan berat badan, dan infeksi saluran napas, harus selalu dilakukan pada penderita GERD dan merupakan indikasi untuk dilakukan pemeriksaan diagnostik lebih lanjut berupa endoskopi saluran cerna bagian atas.

Tujuan pengobatan dari GERD adalah menghilangkan gejala, mencegah kekambuhan, dan mencegah komplikasi.

Prinsip pengobatan dari GERD adalah modifikasi gaya hidup dan mengontrol sekresi asam lambung dengan menggunakan medikamentosa, serta tindakan pembedahan bila diperlukan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved