Lokal Populer
Peran Penting Bunda Literasi Dalam Dunia Pendidikan
pihaknya akan melaunching enam rumah dongeng di enam kecamatan pada tanggal 22 Desember mendatang
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Tri Pandito Wibowo
Terlebih kata dia, budaya membaca merupakan bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Maka kehadiran Bunda Literasi diharapkan bisa menjadi figur yang mampu mendorong masyarakat untuk lebih gemar membaca, serta mampu menjadi ibu yang menginspirasi dan memotivasi masyarakat untuk gemar membaca," ucapnya.
• IKIP PGRI Pontianak Gelar Pekan Literasi Wujudkan Moto The Best
Wako Edi menerangkan, bahwa dalam meningkatkan literasi di kalangan masyarakat, banyak hal yang bisa dilakukan. Seperti dicontohkan dengan membawa buku yang bisa dibaca saat mengisi waktu luang seperti saat menunggu antrian dan setiap kesempatan yang memungkinkan.
Dalam aktivitas membaca bukan soal berapa banyak lembaran buku yang dibaca, tetapi bagaimana menanamkan dalam diri untuk menjadikan aktivitas membaca sebagai kebiasaan.
Jika hal tersebut dilakukan secara terus menerus, maka diyakininya secara bertahap akan terbiasa untuk mengisi waktu dengan membaca buku.
Selain itu, untuk menarik minat dalam membaca, bahan bacaan atau buku juga menjadi salah satu faktor yang mampu menjadi daya pikat seseorang. Membeli buku yang diminati bisa dilakukan untuk meningkatkan daya literasi. Misalnya jadwalkan setiap sebulan sekali membeli buku yang memang diminati untuk dibaca.
"Atau bisa juga dengan meminjam buku di perpustakaan yang ada," kata Edi.
Menentukan target waktu menyelesaikan membaca buku juga bisa meningkatkan kemampuan literasi. Dengan membuat target membaca, maka semakin banyak buku yang diserap ilmunya selama membaca.
"Semakin banyak kita membaca buku, maka semakin banyak pula ilmu yang kita peroleh," sebutnya.
Pentingnya meningkatkan literasi ini karena masih rendahnya literasi di Indonesia. Betapa tidak, berdasarkan survei Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019, Indonesia menempati peringkat ke-62 dari 70 negara atau 10 negara terendah tingkat literasinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Foto-bersama-saat-pengukuhan-dan-workshop-Bunda-Literasi-233.jpg)