Pemkab Sintang Pastikan Stok dan Harga Sembako Aman Jelang Natal
Selain itu, Arbudin juga sudah meminta untuk mendatangkan daging sapi beku untuk antisipasi lonjakan harga daging sapi segar di pasaran.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bupati Sintang, Jarot Winarno memimpin inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pasar, agen sembako dan supermarket dalam rangka mengendalikan, mengawasi ketersediaan stok, distribusi dan stabilitas harga pangan pokok jelang Natal, Jumat 16 Desember 2022.
Tim Sidak dibagi menjadi dua. Tim sidak yang dipimpin Jarot menyasar Pasar Sayur Junjung Buih, Gudang Bulog, Agen Sembako SMS, Agen Inti Platinum, Intan Market.
Sementara Tim sidak yang dipimpin oleh Assiten III Bidang Administrasi Umum Setda Sintang, Igor Nugroho dan Disperindag memantau pasar sayur masuka, dan sejumlah toko ritel.
Setelah melakukan sidak, Bupati Sintang Jarot Winarno meninjau pelaksanaan Operasi Pasar Bahan Pangan yang digelar Disperindagkop di depan stadion baning.
Adapun jenis bahan pangan yang dijual pada pelaksanaan Operasi Pasar antara lain: beras 10 kg, minyak goreng 1 liter, telur ayam 1 rak dan gula pasir 1 kg. Item tersebut dijual sepaket seharga Rp 139.000.
• Lapas Sintang Usulkan 67 WBP untuk Dapat Remisi Hari Raya Natal
"Aman, harga stabil, stok tersedia," kata Arbudin, Kepala Disperindagkop dan UKM.
Arbudin memastikan stok kebutuhan sembako menyambut Natal dan tahun baru 2023 aman. Bahkan, stok beras, minyak goreng dan gula aman hingga 3 bulan kedepan.
Selain aman, harga sembako di pasaran jelang Natal juga stabil, berkat gencarkan operasi pasar bahan pangan yang hampir setiap hari digelar Disperindagkop dan UKM.
"Kondisi harga di pasar relatif stabil, tidak terlalu terjadi gejolak, kemudian pemerintah Kabupaten sintang juga cukup gencar melakukan operasi pasar, faktor ini yang membuat harga sembako standar bertahan dan sembako mudah didapatkan di pasaran," ujar Arbudin.
Arbudin sudah berkoordinasi dengan Bulog Sintang untuk stok khususnya beras, gula dan minyak goreng. Untuk tiga bulan kedepan dipastikan aman.
Selain itu, Arbudin juga sudah meminta untuk mendatangkan daging sapi beku untuk antisipasi lonjakan harga daging sapi segar di pasaran.
"Untuk stok kita sudah Koordinasi dengan pihak bulog Kabupaten sintang untuk 3 bulan kedepan aman, baik beras, gula minyak goreng. Tempo hari kita sudah minta kirim daging beku juga, mudah mudahan dalam waktu dekat tersedia. 3 bulan depan aman sampai awal tahun. Kemudian kita juga memonitor harga penyebab inflasi yaitu dari produk cabai bawang merah putih, masih stabil. Dan pasikan juga cukup lancar. Belum ada kenaikan," jelas Arbudin. (*)
• Pemkab Sintang Setujui 3 Raperda Inisiatif DPRD
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Prokopim-setda-Sintang-161222-sdak.jpg)