Pola Hidup Sehat
Menjadi Penyebab Kematian Terbanyak, Waspada 4 Hal ini Bagi Penderita Dibetes
Gula darah rendah benar-benar dapat membuat otak kekurangan oksigen dan itu juga dapat memicu aritmia jantung yang berbahaya.
Melansir Health, jika diabetes dikelola dengan baik, pasien bisa saja berumur panjang dan hidup sehat.
Namun, salah satu ancaman terbesar bagi orang yang memiliki kondisi ini adalah kadar glukosa darah yang tidak terkontrol.
Misalnya, jika kadar glukosa terlalu tinggi, hal itu dapat menyebabkan kematian mendadak.
Komplikasi yang dikenal sebagai ketoasidosis diabetik ini lebih sering terjadi pada diabetes tipe 1, suatu kondisi di mana tubuh tidak dapat membuat insulin sendiri.
Namun, ketoasidosis diabetik juga sering terjadi pada orang dengan diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol.
Kebanyakan orang dengan diabetes tipe 1 dapat menjaga glukosa darah mereka pada tingkat normal dengan menggunakan pompa insulin atau dengan menyuntikkan insulin secara manual beberapa kali sehari.
Tapi ketoasidosis, masih bisa terjadi dan tanpa pengobatan langsung dengan insulin, bisa berakibat fatal.
Ketoasidosis bisa terjadi ketika orang melewatkan dosis insulin, tetapi juga bisa disebabkan oleh penyakit atau obat-obatan tertentu.
• Membantu Atasi Diabetes Tipe 2, Berikut 5 Obat untuk Perawatan dari Rumah
2. Organ tubuh rusak seiring waktu
Cara lain diabetes dapat menjadi penyebab kematian adalah dengan kerusakan yang terjadi pada organ dan jaringan di tubuh dalam jangka waktu yang lama.
Misalnya, pembuluh darah di ginjal bisa rusak karena gula darah tinggi. Ini adalah komplikasi yang dapat menyebabkan gagal ginjal dan memerlukan cuci darah.
Jenis kerusakan organ dan pembuluh darah yang sama ini juga dapat menyebabkan kebutaan dan amputasi kaki, yang dapat menurunkan kualitas hidup dan meningkatkan risiko infeksi, cedera, maupun penyakit tambahan.
Sebagai solusi, menjaga kadar gula darah tetap terkontrol baik untuk diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2 adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi risiko komplikasi ini.
3. Peningkatan risiko masalah jantung dan pembuluh darah
Sekitar 2/3 penderita diabetes dilaporkan benar-benar berakhir meninggal karena kondisi kardiovaskular seperti serangan jantung atau stroke.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Jika-penderita-diabetes-memasukkan-terlalu-banyak-insulin.jpg)