Rencana Impor Bulog Terancam Batal hingga Permainan Oknum Mafia Beras

Menurut Buwas, dengan adanya permainan harga beras tersebut, maka Tim Satgas Pangan memutuskan untuk menempuh jalur hukum.

Editor: Rizky Zulham
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
Rencana Impor Bulog Terancam Batal hingga Permainan Oknum Mafia Beras. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berhembus kabar menyebutkan bahwa rencana Impor beras yang dilakukan Perum Bulog terancam batal.

Hal itu lantaran hingga saat ini Perum Bulog belum juga mendapatkan dari negara mana yang mau mengekspor beras ke Indonesia.

Selain itu, proses impor beras juga terkendala aturan akibat pembatasan ekspor beras yang diterapkan di beberapa negara.

Bahkan adapula negara yang samasekali menutup keran Impor beras.

Sementara itu Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) menyebut ada pelaku usaha penggilingan beras yang memainkan harga.

Akibatnya harga menjadi tidak sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak perjanjian dengan Bulog.

Kisruh Impor Beras, Moeldoko: Saya Kurang Setuju

Kata Buwas, informasi itu didapatkan dari Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan.

"Saya terus terang di wilayah ada satu, saya perintahkan untuk direkam, terus didengarkan, ditanya, ditugasi, didengarkan sendiri bahkan harganya juga enggak masuk akal," kata dia dalam RDP dengan Komisi IV DPR RI dan Menteri Pertanian, Rabu 7 Desember 2022.

"Karena di situ, mereka penggilingan-penggiling itu ditanya 'loh, kamu kan sama kita kemarin harganya Rp 10.000, hari ini kenapa Rp 11.000?. Perintah Pak disuruh naikkan harga'," sambung Buwas.

Menurut Buwas, dengan adanya permainan harga beras tersebut, maka Tim Satgas Pangan memutuskan untuk menempuh jalur hukum.

Ia mengatakan hal tersebut merupakan temuan di lapangan, bukan alasan penyerapan beras yang rendah oleh Bulog.

"Nah ini fakta bahwa kita lihat. Jadi saya bukan ngarang-ngarang. Saya minta ini diselesaikan secara hukum. Karena apa? jangan pembohongan ini pembohongan publik dan seenaknya saja. Ini menyangkut masalah perut masyarakat Indonesia. Jadi saya enggak berani bermain-main," kata Buwas.

Selain itu, mantan Kabareskrim Polri itu juga mengungkapkan adanya ketidaksesuaian jumlah ketersediaan beras setelah dirinya mengecek langsung bersama Tim Satgas Pangan.

"Saya memimpin langsung di lapangan. Padahal orang ini kontrak sama kita itu hanya adanya 3.000 ton. Tapi dalam data yang diberikan kepada kita, dia memiliki 30.000 ton," ungkap Buwas.

Sebelumnya, sampai 5 Desember 2022, beras komersial yang bisa diserap oleh Bulog hanya 166.000 ton.

Alasan Pemerintah Beri Izin Impor Beras, Padahal Stok Masih Melimpah

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved