Berita Cuaca

Cek Potensi Peta Awan Cumulonimbus 8-14 Mei 2026 Lengkap Daftar Wilayah Berstatus Waspada dan Siaga

Cek potensi peta prakiraan pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di seluruh wilayah Indonesia terbaru 8 hingga 14 Mei 2026.

Tayang:
Editor: Rizky Zulham
ISTIMEWA/Dok. Kompas.com
BERITA CUACA - Ilustrasi. Cek potensi peta prakiraan pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di seluruh wilayah Indonesia terbaru 8 hingga 14 Mei 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali memperbarui peta prakiraan pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di seluruh wilayah Indonesia
  • Untuk periode 8 hingga 14 Mei 2026, BMKG memberikan perhatian khusus pada peningkatan aktivitas awan berbahaya di jalur utama Selat Karimata serta wilayah Sulawesi Tenggara yang kini masuk dalam zona risiko tinggi.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Cek potensi peta prakiraan pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di seluruh wilayah Indonesia terbaru 8 hingga 14 Mei 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali memperbarui peta prakiraan pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di seluruh wilayah Indonesia. 

Untuk periode 8 hingga 14 Mei 2026, BMKG memberikan perhatian khusus pada peningkatan aktivitas awan berbahaya di jalur utama Selat Karimata serta wilayah Sulawesi Tenggara yang kini masuk dalam zona risiko tinggi.

Keberadaan awan Cumulonimbus menjadi perhatian utama dalam dunia transportasi karena kemampuannya memicu fenomena cuaca ekstrem.

Seperti hujan badai, petir, hingga turbulensi hebat yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan dan pelayaran.

Baca juga: Status Siaga! Wilayah Dihantam Badai Hujan Sangat Lebat Malam Ini Peringatan Dini BMKG 9 Mei 2026

Kepadatan Awan di Atas 75 Persen

Dalam rilis terbaru kategori Frequent (FRQ), BMKG memprediksi cakupan spasial awan Cumulonimbus akan melebihi 75 persen di sejumlah titik strategis.

Wilayah yang berada dalam zona merah ini meliputi:

- Daratan: Sulawesi Tenggara dan Papua Selatan.

- Perairan: Selat Karimata (bagian utara dan selatan), Laut Jawa (tengah dan timur), Laut Banda, serta Laut Natuna Utara.

- Samudra: Samudra Hindia di barat Bengkulu, Kepulauan Mentawai, dan Kepulauan Nias.

Masuknya seluruh bagian Selat Karimata ke dalam kategori risiko tinggi menjadi catatan penting bagi jalur logistik laut dan udara yang menghubungkan Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan selama sepekan ke depan.

Bali dan Yogyakarta Masuk Radar Potensi Menengah

Selain zona risiko tinggi, kategori Occasional (OCNL) dengan cakupan awan 50 hingga 75 persen kini meluas hingga mencakup destinasi wisata utama. 

Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta kini terpantau masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi mengalami pertumbuhan awan Cb.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved