UMP Kalbar 2023

UMK Kayong Utara 2023 Disepakati, KSPSI KKU Harap Bisa Penuhi Kebutuhan Pekerja

Penetapan besaran yang telah disepakati bersama, akan diajukan kepada pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk selanjutnya dilakukan evaluasi

Penulis: Jovi Lasta | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Tribunpontianak/Jovi Lasta
Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Kayong Utara, di Simpang Hilir, Amru Chanwari (kanan) Senin 5 Desember 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Penentuan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2023 Kabupaten Kayong Utara yang telah disepakati oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kayong Utara bersama pihak perusahaan, serikat buruh dan serikat Pekerja.

Penetapan besaran yang telah disepakati bersama, akan diajukan kepada pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk selanjutnya dilakukan evaluasi dan akhirnya akan ditetapkan.

Mengenai hal ini, Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Kayong Utara, di Simpang Hilir, Amru Chanwari mengatakan besaran upah minimum kabupaten (UMK) tahun 2023 Kabupaten Kayong Utara diharapkan menjawab segala kebutuhan pekerja.

"Tentunya kita berharap bagaimana pekerja kita dengan upah yang segini bisa memenuhi segala kebutuhan hidupnya, bisa menabung untuk masa depan," ujar Amru.

Kalbar Populer Hari Ini: Jasad Pria di Trans Kalimantan, UMK Kayong Utara 2023 Naik 6,63 Persen

UMK Kayong Utara 2023 Telah Ditetapkan Akan Segera Disampaikan Kepada Pemerintah Provinsi Kalbar

Dirinya menyampaikan, bahwa dengan penetapan UMK Kayong Utara 2023 dapat memenuhi kebutuhan pekerja baik pendidikan, jaminan setelah tidak bekerja dan seterusnya.

"Kebutuhan bukan hanya makan dan minum, tetapi pendidikan, jaminan kedepan setelah tidak bekerja lagi," tambahnya.

Untuk itu, Ia menerangkan dalam penentuan upah minimum kabupaten juga memperhatikan pertumbuhan ekonomi dan lain sebagainya, termasuk kondisi di daerah tersebut.

"Digambarkan tingkat pertumbuhan juga bagus tapikan disegi angka, gambaran riil di lapangan. Karena dalam perjalanan itu tadi, selain pandemi juga BBM dan tingkat harga yang diproduksi masyarakat semacam komoditas pertanian juga ikut mempengaruhi baik secara langsung atau tidak," tutupnya.

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved