Jalin Silaturahmi, Pemangku Adat Bone dan Gowa Hadiri Tudang Sipulung Keluarga La-DAENG di Pontianak

Pemangku adat yang hadir diantara yakni Pewaris Raja Bone, serta pemangku adat Gowa bertemu dengan Lontara Assiajingetta Daeng (LA-DAENG) Wija La Pata

Penulis: Ferryanto | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Istimewa
Pemangku adat Bone dan Gowa Sulawesi Selatan saat bersilaturahmi atau Tudang Sipulung ke dengan Lontara Assiajingetta Daeng (LA-DAENG) Wija La Patau Matanna Tikka di Parit Haji Husin 2, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin 5 Desember 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sejumlah pemangku adat Bone dan Gowa Sulawesi Selatan bersilaturahmi atau Tudang Sipulung dalam bahasa Bugis bersama tokoh masyarakat Bugis yang ada di Kota Pontianak.

Pemangku adat yang hadir diantara yakni Pewaris Raja Bone, serta pemangku adat Gowa bertemu dengan Lontara Assiajingetta Daeng (LA-DAENG) Wija La Patau Matanna Tikka di Jalan Parit Haji Husin 2, Pontianak, Kalimantan Barat.

Pemangku adat Bone dan Gowa  yang hadir diantaranya yakni Andi Baso' Hamid (Ketua Dewan Adat Bone, Pewaris Raja Bone/Cucu Raja Bone ke-33).

Sebagai informasi, Andi Imam Kumala Idjo atau Anak Karaeng adalah anak Sombayya (Raja) Gowa ke-38, Andi Nadir, kerabat Sombayya Gowa, Wija La Patau Matanna Tikka Raja Bone ke-16, Abdi Mahesa, budayawan muda Bone, sekretaris dewan adat bone, wija la patau matanna tikka Mangkau' (Raja) Bone ke-16 serta Andi Mega, wija la patau matanna tikka Mangkau' (Raja) Bone ke-16.

Secara kebetulan, tokoh pemangku adat Bone dan Gowa ini berada di Pontianak juga menghadiri salah satu kegiatan masyarakat bugis di Kalimantan Barat.

Raja-raja dari Sulsel Kukuhkan Kepengurusan MABB Kalbar, Sekaligus Resmikan Rumah Adat Bugis

Salah satu tokoh dari keluarga besar La-DAENG, Munir Putra mengatakan kegiatan ini merupakan agenda silaturahmi menyambung ikatan persaudaraan kepada keluarga besar yang berada di Sulawesi Selatan.

"Kegiatan ini dalam rangka silaturahim kepada para tokoh adat Bone dan Gowa. Kebetulan para tokoh dewan adat ini juga berkunjung ke Pontianak,"ujarnya Senin, 5 Desember 2022.

Silaturahmi ini lanjut Munir, bersifat kekeluargaan membahas soal adat dan budaya. Terlebih,  para tokoh yang hadir juga menyempatkan diri berdiskusi untuk memetakan garis keturunan para leluhur keluarga besar La-Daeng.

"Kita bukan minta pengakuan, tapi menelusuri, mencari kebenaran asal-usul leluhur dari mana nenek monyang kita, itu saja,"lanjutnya.

Munir juga menegaskan meskipun telah mendapatkan pengakuan langsung dari dewan adat Bone berupa stamboong asli yang diperlihatkan nasabnya sampai ke Raja Bone- 16, La Patau Matanna Tikka, namun kata Munir ini bukanlah suatu hal untuk diumbar secara umum.

"Biarkan bukti dan fakta yang bicara  kami tak minta pengakuan, kami hanya mencari untuk membuktikan kebenaran," tuturnya.

MABB Resmikan Rumah Adat Bugis Soraja Aliri Mpero, Pemerintah Berikan Apresiasi

Meski demikian, Munir yang mewakili Keluarga Besar La-Daeng ini menyambut baik dan penuh rasa syukur karena keluarga besar La-Daeng  dapat bertemu dengan para tokoh adat Bone dan Gowa itu.

"Alhamdulillah, kami Mendapat Berkah, Sehingga dapat dipertemukan dan Bersilaturrahim,"ujarnya.

Istilah Tudang dalam bahasa Bugis berarti duduk, sedangkan Sipulung berarti berkumpul. Dengan demikian secara asal usul kata Tudang Sipulung berarti duduk berkumpul kemudian diartikan sebagai musyawarah bersilaturahmi.

Untuk diketahui, keluarga besar La-DAENG yang berada di Kalimantan Barat merupakan salah satu wija (keturunan) dari Raja Bone ke-16,  La Patau Matanna Tikka Mangkau' Bone ke-16, Datu Soppeng ke-18 dan Paddanreng Tuwa Wajo-18.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved